Senin,20 April 2026
Pukul: 05:12 WIB

Truk Tangki Bermuatan Kapur Tujuan Jakarta Mogok di Tanjakan Pamuruyan, Sempat Terdengar Ledakan

Truk Tangki Bermuatan Kapur Tujuan Jakarta Mogok di Tanjakan Pamuruyan, Sempat Terdengar Ledakan

Kamis, 5 Februari 2026
/ Pukul: 20:39 WIB
Kamis, 5 Februari 2026
Pukul 20:39 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Arus lalu lintas di jalur utama Sukabumi-Bogor kembali terhambat. Sebuah truk tangki dengan nomor polisi B 9650 PFU yang mengangkut material kapur curah mengalami mati mesin tepat di tengah Tanjakan Pamuruyan, Cibadak, pada Kamis sore.

​Sopir truk, Kapin (35), mengungkapkan bahwa kendaraan yang dikemudikannya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Namun, saat melintasi medan tanjakan yang curam dalam kondisi arus lalu lintas padat, truk tersebut kehilangan tenaga.

​”Awalnya mobil memang tidak kuat menanjak. Mungkin karena berat muatan dan ada sedikit keterlambatan saat oper gigi di posisi nanjak tadi,” ujar Kapin saat ditemui di lokasi.

Baca Juga  Arus Padat, Antrean di Tol Bocimi Capai 3 Kilometer

​Kondisi semakin mencekam ketika Kapin mencoba memaksakan kendaraan untuk kembali melaju. Saat pedal kopling dilepas untuk mengambil tenaga (start), tiba-tiba terdengar suara dentuman keras yang mengagetkan warga sekitar.

​”Begitu oper gigi dan lepas kopling mau jalan lagi, langsung bunyi ‘jrak’ keras sekali. Rasanya seperti ada bagian besi yang patah di bawah,” jelasnya.

​Saksi mata di lokasi, Pak Aam, membenarkan kerasnya suara tersebut. Ia bahkan melihat adanya percikan api yang sempat muncul saat ledakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

​”Suaranya kencang sekali, seperti besi patah. Sampai kelihatan ada cahaya api keluar dari bawah mesin. Kebetulan saya sedang kerja di sini jadi lihat langsung kejadiannya,” kata Pak Aam.

Baca Juga  H+5 Lebaran: Jalur Arteri Cibadak Masih 'Hoream', Pemudik dan Wisatawan Terjebak Macet 2 Jam Lebih!

​Akibat posisi truk B 9650 PFU yang terhenti di badan jalan, antrean kendaraan tak terhindarkan. Para pengguna jalan diharapkan bersabar atau mencari jalur alternatif sementara proses evakuasi dan perbaikan teknis dilakukan oleh pihak pengelola armada.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist