Truk Tangki Bermuatan Kapur Tujuan Jakarta Mogok di Tanjakan Pamuruyan, Sempat Terdengar Ledakan

Mobil Truk Besar bermuatan Kapur Cair mogok di Pamuruyan Cibadak. Kamis, (05/02/26).

SUKABUMISATU.com – Arus lalu lintas di jalur utama Sukabumi-Bogor kembali terhambat. Sebuah truk tangki dengan nomor polisi B 9650 PFU yang mengangkut material kapur curah mengalami mati mesin tepat di tengah Tanjakan Pamuruyan, Cibadak, pada Kamis sore.

​Sopir truk, Kapin (35), mengungkapkan bahwa kendaraan yang dikemudikannya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Namun, saat melintasi medan tanjakan yang curam dalam kondisi arus lalu lintas padat, truk tersebut kehilangan tenaga.

​”Awalnya mobil memang tidak kuat menanjak. Mungkin karena berat muatan dan ada sedikit keterlambatan saat oper gigi di posisi nanjak tadi,” ujar Kapin saat ditemui di lokasi.

Baca Juga  Macet Horor di Jalur Utara Sukabumi, Pengendara: "Butuh Tol Bocimi Segera Sampai Cibadak!"

​Kondisi semakin mencekam ketika Kapin mencoba memaksakan kendaraan untuk kembali melaju. Saat pedal kopling dilepas untuk mengambil tenaga (start), tiba-tiba terdengar suara dentuman keras yang mengagetkan warga sekitar.

​”Begitu oper gigi dan lepas kopling mau jalan lagi, langsung bunyi ‘jrak’ keras sekali. Rasanya seperti ada bagian besi yang patah di bawah,” jelasnya.

​Saksi mata di lokasi, Pak Aam, membenarkan kerasnya suara tersebut. Ia bahkan melihat adanya percikan api yang sempat muncul saat ledakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

​”Suaranya kencang sekali, seperti besi patah. Sampai kelihatan ada cahaya api keluar dari bawah mesin. Kebetulan saya sedang kerja di sini jadi lihat langsung kejadiannya,” kata Pak Aam.

Baca Juga  Jalan Nasional di Cibadak Rusak Parah, Pengendara Motor Jadi Korban

​Akibat posisi truk B 9650 PFU yang terhenti di badan jalan, antrean kendaraan tak terhindarkan. Para pengguna jalan diharapkan bersabar atau mencari jalur alternatif sementara proses evakuasi dan perbaikan teknis dilakukan oleh pihak pengelola armada.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *