CICURUG, SUKABUMISATU.com – Ruas jalan alternatif Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, kembali menjadi sorotan bagi para pengguna jalan. Tanjakan terjal di jalur ini kerap membuat kendaraan roda empat gagal menanjak, bahkan hingga berisiko terguling, Kamis (01/01/2026).
Jalur Tenjoayu merupakan rute alternatif utama yang sering dipilih pengendara untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di kawasan Pasar Cicurug. Namun, di balik fungsinya sebagai pengurai macet, jalur ini menyimpan tantangan berat bagi kendaraan yang tidak dalam kondisi prima atau bermuatan lebih.
Dua warga setempat, Ajat dan Tarman, yang setiap hari bersiaga di lokasi, mengungkapkan bahwa mereka rutin membantu mengamankan kendaraan yang melintas guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal.
”Saya di sini setiap hari membantu mengamankan kendaraan yang melintas jalur ini supaya tidak banyak yang mengalami kecelakaan. Apalagi kalau ada mobil besar yang bermuatan berat, biasanya langsung kami suruh untuk putar balik demi keamanan,” ujar Ajat kepada SUKABUMISATU.com.
Kesiagaan warga sangat krusial di titik ini. Tak jarang, mereka harus berlari membawa batu pengganjal saat melihat kendaraan mulai hilang tenaga di tengah tanjakan.
”Kalau ada yang tidak kuat menanjak, saya langsung lari ke atas memberikan pertolongan sambil membawa batu untuk ganjal ban,” tambahnya.
Selain tanjakan yang curam, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian. Di salah satu sisi jalan, terdapat garis kuning sebagai penanda area rawan longsor. Meski sudah pernah diperbaiki, kondisi tanah yang labil membuat warga harus memberlakukan sistem buka-tutup saat volume kendaraan meningkat.
”Alhamdulillah, belakangan ini sudah tidak ada lagi kejadian kendaraan yang terguling. Sebelum mereka melewati tanjakan, kami selalu memberi peringatan. Jika muatannya dirasa terlalu berat, sebaiknya putar balik saja,” tutup Tarman.
Pengendara yang hendak melintasi jalur ini diimbau untuk selalu memastikan kondisi mesin dalam keadaan sehat dan memperhatikan beban muatan demi keselamatan bersama.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












