Rabu,6 Mei 2026
Pukul: 07:43 WIB

Akses Terputus Longsor dan Stok Terbatas, Kepala SPPG Lengkong Minta Maaf atas Sengkarut Distribusi MBG

Akses Terputus Longsor dan Stok Terbatas, Kepala SPPG Lengkong Minta Maaf atas Sengkarut Distribusi MBG

Jumat, 26 Desember 2025
/ Pukul: 21:02 WIB
Jumat, 26 Desember 2025
Pukul 21:02 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com, Lengkong – Menanggapi keluhan warga Desa Langkapjaya terkait distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak efisien dan masalah kemasan susu, pihak SPPG Kecamatan Lengkong akhirnya buka suara. Kendala geografis dan hambatan logistik di masa libur Natal disebut menjadi pemicu utama kegaduhan di lapangan.

Akses Jalan Utama Longsor, Pengantaran Terhambat

​Kepala SPPG Yoga menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi dan kegagalan mekanisme pengantaran ke rumah disebabkan oleh faktor alam. Akses jalan utama menuju sejumlah sekolah, termasuk MI Cieurih dan SD Cisuren, dilaporkan terputus akibat tanah longsor.

Baca Juga  56 Juta per Unit, Kontroversi Motor Trail MBG Antara Kebutuhan Operasional dan Harga Fantastis

​”Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua siswa. Driver kami terkendala akses karena jalan utama longsor dan hingga saat ini mobil masih kesulitan masuk karena belum ada perbaikan. Medan jalan yang tidak memungkinkan inilah yang membuat kami tidak bisa memenuhi harapan semua pihak tepat waktu,” ujar Yoga saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).

​Kondisi infrastruktur yang rusak ini memaksa pihak SPPG tetap melakukan pembagian di titik tertentu, yang sayangnya berdampak pada waktu tunggu orang tua siswa hingga sore hari.

Klarifikasi Soal Susu Cup: Stok Terbatas Dampak Libur Natal

Baca Juga  Mengenal Bos 41 Dapur MBG Asal Sulawesi Selatan, Pewaris atau Perintis?

​Terkait penggunaan wadah cup transparan untuk susu yang dikeluhkan warga soal sterilitasnya, Yoga mengakui adanya kendala stok dari pihak penyedia. Kebutuhan susu yang mencapai 9.725 paket tidak terpenuhi sepenuhnya oleh stok susu kotak siap saji (kemasan pabrik).

​”Karena masa libur Natal, stok dari penyedia terbatas. Untuk paket kering, semua sudah menggunakan susu kotak. Namun, untuk kekurangan di paket makanan basah, kami terpaksa menggunakan susu Frisian Flag Full Cream yang disiapkan dalam wadah cup tersebut agar siswa tetap mendapatkan asupan susu,” jelasnya.

Baca Juga  SPPG Batununggal Cibadak Perkuat Layanan Gizi dan Komitmen Sosial bagi Warga

Janji Evaluasi Total

​Pihak SPPG Langkapjaya menegaskan bahwa kejadian hari ini menjadi bahan evaluasi besar bagi tim lapangan. Yoga berjanji akan memperbaiki sistem komunikasi dan logistik agar kendala serupa tidak terulang kembali, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam.

​”InsyaAllah kami akan memperbaiki dan mengevaluasi apa yang menjadi kekurangan kami hari ini agar ke depan jauh lebih baik. Kami berkomitmen demi kelancaran program ini dan kesehatan anak-anak sekolah di Lengkong,” pungkas Yoga.

Reporter: Najli Fikri

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist