SUKABUMISATU.com – Dugaan praktik pelecehan seksual oleh seorang oknum guru di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kembali memicu kehebohan publik setelah seorang perempuan bernama GM mengungkap kasus yang dialaminya melalui kolom komentar Fanspage Facebook Dedi Mulyadi, Senin (24/11/2025). Pengakuan itu disampaikan GM pada unggahan yang membahas topik BBM alternatif BoobyBos, namun ia memanfaatkan kolom komentar tersebut untuk meminta perhatian atas dugaan kejahatan seksual yang disebutnya sudah berlangsung lama.
Dalam komentarnya, GM mengklaim bahwa dirinya adalah korban pelecehan seksual oleh seorang oknum guru yang berdinas di wilayah Surade sejak tahun 2014. Ia menyebut dugaan pelaku hingga kini masih aktif bekerja dan terus melakukan pelecehan terhadap siswa di salah satu sekolah Madrasah Aliyah (MAN) di Surade.
GM menyatakan bahwa jumlah terduga korban mencapai puluhan orang, namun sebagian besar memilih diam karena mendapat ancaman dari pelaku. Menurutnya, pelaku kerap merekam dan memotret aksi bejatnya, lalu mengancam akan menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial apabila korban berusaha melapor.
“Korban tidak berani melapor ke orang tua karena selalu diancam bahwa video pelecehan tersebut akan disebar,” tulis GM dalam komentarnya. Ia juga menyebut, setiap kali menyetubuhi korban, pelaku selalu mendokumentasikan kejadian itu untuk dijadikan alat tekanan.
GM mengungkapkan bahwa oknum tersebut diketahui menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SMP, sekaligus menjadi pelatih voli di sekolah MAN tempat sejumlah dugaan kasus terjadi. Ia menegaskan praktik pelecehan ini telah terjadi selama bertahun-tahun dan diduga sudah berlangsung sejak lama sebelum ia sendiri menjadi korban.
Dalam rangka mencari keadilan, GM mengaku telah melaporkan kasus ini ke Polres Kabupaten Sukabumi. Namun, lewat komentar publiknya, ia berharap kasus ini mendapat perhatian serius dari pejabat dan masyarakat. GM bahkan meminta agar laporannya dapat “ter-notice” oleh Dedi Mulyadi dan menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung demi menjelaskan panjangnya rentang praktik dugaan kekerasan seksual tersebut.
“Saya sangat perlu bertemu dengan bapak agar bisa menceritakan kronologinya yang bisa berlangsung puluhan tahun,” tulis GM.
Pengakuan GM langsung mendapat perhatian warganet. Sejumlah pengguna Facebook memberi dukungan moral dan mendorong penanganan cepat dari aparat penegak hukum. Ada pula yang meminta GM untuk menyampaikan kasus tersebut secara langsung kepada tokoh dan pihak berwenang agar tidak kembali tenggelam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan terbaru terkait laporan GM. Namun kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu besar yang perlu mendapat perhatian serius, mengingat dugaan jumlah korban yang banyak, ancaman yang dialami, serta posisi terlapor sebagai pejabat pendidikan di wilayah Surade.
Reporter: Maulana Yusuf
Editor: Demi Pratama Adiputra










