SUKABUMISATU.com — Penemuan bayi di Pos Ronda Kampung Babakan, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, pada Minggu (16/11/2025) sore, menyisakan cerita yang jauh lebih pilu. Bersama sang bayi, warga juga menemukan selembar surat yang ditinggalkan oleh pihak yang meletakkan bayi tersebut.
Surat itu ditemukan terlipat rapi di balik selimut merah yang membungkus tubuh sang bayi. Setelah dibaca oleh warga dan Ketua RT, isi surat tersebut membuat warga terdiam dan tak sedikit yang meneteskan air mata.
Dalam surat itu, penulis yang tidak mencantumkan nama menyampaikan permintaan maaf dan mengaku tak mampu merawat bayi tersebut karena kondisi mental dan ekonomi yang sangat terpuruk.
Berikut isi surat yang ditemukan:
“Assalamualaikum, dengan ini saya yg menulis surat sebelumnya saya meminta maaf harus meninggalkan bayi ini disini dikarenakan tuntutan mental (batin) dan juga ekonomi. Ibu bayi ini mengalami depresi berat ketika mengandung bayi ini, karena suaminya memutuskan meninggalkan dia dan lebih memilih wanita lain.”
“Disini saya sebagai penulis surat ini sangat bingung dikarenakan kondisi saya juga yg belum mampu karena masih lajang dan saya sangat berterimakasih kepada hamba Allah yg menemukan bayi ini, mau diantarkan ke panti asuhan ataupun dirawat sendiri.”
“Sekali lagi saya sangat meminta maaf harus mengambil keputusan ini dikarenakan sudah buntu jalan mencari panti asuhan kesana kemari di daerah Sukabumi, tidak ada yg mau menerima bayi. Sekian terima kasih.”
“Nama bayi ini: Harvika H.”
Surat itu menggambarkan kondisi psikologis ibu sang bayi yang disebut tengah mengalami depresi berat dan ditinggal suaminya ketika sedang mengandung. Penulis surat, yang mengaku bukan orang tua kandung, menyampaikan bahwa dirinya juga tidak mampu merawat sang bayi karena masih lajang dan dalam kondisi serba kekurangan.
Ketua RT, Nendi Nurnendi, mengungkapkan bahwa penemuan surat tersebut membuat warga semakin iba terhadap nasib bayi yang diberi nama Harvika H itu.
“Kami semua terkejut setelah membaca suratnya. Ternyata ada pergulatan batin panjang di balik ini. Semoga yang menulis diberi ketabahan, dan bayi ini bisa mendapatkan kehidupan layak,” ujar Nendi.
Bayi Harvika kini berada dalam perawatan Puskesmas Warungkiara untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga berita ini diturunkan, pihak puskesmas belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi medis bayi tersebut.
Sementara itu, warga Kampung Babakan menyatakan siap membantu apa pun yang dibutuhkan demi keselamatan bayi Harvika, sambil menunggu langkah lebih lanjut dari pihak berwenang dan Dinas Sosial.
Peristiwa ini tidak hanya mengguncang emosi warga, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya dukungan terhadap ibu yang mengalami tekanan mental dan sosial. (Mawaldi)








