Senin,27 April 2026
Pukul: 15:11 WIB

Momentum Hari Kesaktian Pancasila Harus Jadi Cermin Pengamalan Nilai Bangsa

Momentum Hari Kesaktian Pancasila Harus Jadi Cermin Pengamalan Nilai Bangsa

Rabu, 1 Oktober 2025
/ Pukul: 17:13 WIB
Rabu, 1 Oktober 2025
Pukul 17:13 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2025 kembali digelar di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (1/10/2025). Namun di balik prosesi seremonial, ada pesan penting yang berulang kali ditekankan: Pancasila bukan sekadar diucapkan, tetapi harus benar-benar dihayati dan diamalkan.

Upacara yang dipimpin Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, MM, ini diikuti jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta para kepala perangkat daerah. Seperti biasanya, teks Pancasila dibacakan dan diikuti seluruh peserta, lalu dilanjutkan pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.Ip.

Baca Juga  Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi : Investasi Berperan Penting Pada Kesejahteraan Buruh

Ikrar itu sendiri menegaskan tekad bangsa untuk menjaga NKRI dari segala bentuk rongrongan ideologi. Bahkan, secara simbolis naskah ikrar tersebut ditandatangani atas nama bangsa Indonesia oleh Ketua DPR RI, Dr. (HC) Puan Maharani di Jakarta.

Namun yang menarik, usai upacara, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi menekankan bahwa esensi peringatan ini seharusnya tidak berhenti di lapangan upacara. “Membaca Pancasila itu penting, tapi jauh lebih penting memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Budi Azhar.

Pesan ini menjadi relevan di tengah situasi bangsa yang kerap diuji oleh perbedaan kepentingan dan potensi perpecahan. Menurutnya, Pancasila adalah perekat kebangsaan yang harus terus dijaga dengan semangat persatuan dan gotong royong, bukan hanya slogan.

Baca Juga  Istri Wakil Ketua DPRD Unggul di Pemungutan Suara Pilkades Sagaranten

Momentum Hari Kesaktian Pancasila di Sukabumi kali ini, pada akhirnya, mengingatkan publik bahwa keutuhan bangsa tidak akan bertahan hanya dengan seremonial tahunan. Ia membutuhkan komitmen nyata setiap warga negara untuk menjadikan Pancasila sebagai napas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Adv)

Related Posts

Add New Playlist