SUKABUMISATU.com – Warga Kampung Pasirsawo, Desa Talagamurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, resah akibat pencemaran limbah pabrik tahu dan tempe. Selama hampir lima tahun, bau busuk menyengat dan penyakit gatal-gatal menjadi momok yang tak kunjung usai.
Keluhan kian memuncak ketika air sungai yang menjadi sumber kehidupan warga tercemar, bahkan ikan-ikan banyak ditemukan mati. “Sudah lama kami mencium bau busuk dari air limbah ini, bahkan banyak yang merasakan gatal-gatal. Ikan-ikan di sungai pun banyak yang mati akibat terpapar limbah,” ujar Hamdun, salah satu warga, dengan nada prihatin.
Dampak pencemaran tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan merusak ekosistem setempat.
Menanggapi keresahan itu, Kepala Desa Ciparay, Asep Saepudin – akrab disapa Asep Vespa – turun tangan langsung. Ia mengakui bahwa keluhan bukan hanya datang dari warganya, tetapi juga dari masyarakat Desa Talagamurni yang ikut terdampak. “Kami menerima aduan dari berbagai pihak. Ini sudah menjadi persoalan serius yang tidak bisa dibiarkan,” tegas Asep.
Senin (22/9/2025), Kepala Desa Ciparay langsung bergerak cepat dengan mengadakan koordinasi bersama pemilik usaha pengolahan tahu-tempe dan instansi terkait. Ia juga meninjau lokasi bersama anggota Satpol PP Jampang Kulon untuk memastikan sumber pencemaran.
“Kami meninjau langsung ke pabrik tahu tempe yang ada di Desa kami, dan kami juga melihat bahwa pabrik di sini sudah memiliki pengolahan limbah dengan 3 kolam penyaringan, hanya mungkin belum maksimal,” ungkap Asep pada wartawan.
Langkah cepat Asep ini diharapkan menjadi pintu masuk penyelesaian masalah yang sudah menahun. Penegakan aturan lingkungan, serta komitmen pelaku usaha untuk bertanggung jawab, dinilai menjadi kunci agar warga bisa kembali hidup nyaman tanpa dihantui bau busuk dan ancaman penyakit. “Alhamdulilah tadi kami sudah berdiskusi dengan para pemilik UMKM untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini bersama untuk kepentingan bersama tentunya,” pungkasnya.
Reporter: Maulana
Editor: Demi Pratama Adiputra











