Senin,20 April 2026
Pukul: 18:39 WIB

Residivis, Perempuan, hingga Remaja: Potret Kelam Jaringan Narkoba Sukabumi

Residivis, Perempuan, hingga Remaja: Potret Kelam Jaringan Narkoba Sukabumi

Kamis, 18 September 2025
/ Pukul: 14:07 WIB
Kamis, 18 September 2025
Pukul 14:07 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Gelapnya bisnis narkotika seakan tak pernah berhenti mengintai Sukabumi. Dalam sembilan bulan terakhir, Polres Sukabumi berhasil mengungkap 190 kasus narkotika dan obat keras terbatas dengan 191 tersangka. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret pertempuran panjang antara aparat penegak hukum dengan jaringan peredaran barang haram yang terus berevolusi.

 

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menyebut capaian ini konsisten, bahkan melampaui tahun sebelumnya. “Tahun 2024 kita mengungkap 180 kasus sepanjang tahun. Tahun ini baru 9 bulan sudah 190 kasus. Artinya, konsistensi itu tetap kita jaga, meski dengan keterbatasan personel dan luasnya wilayah hukum,” ujarnya.

 

Ribuan Nyawa Terselamatkan

Dari berbagai barang bukti yang disita, tersimpan gambaran nyata betapa besar dampak yang berhasil ditekan aparat.

1,6 kilogram sabu yang diamankan setara dengan 32 ribu orang yang bisa dicegah dari penggunaan.

4,5 kilogram ganja yang disita berarti mencegah sekitar 9 ribu orang dari jerat barang terlarang.

Sementara dari 116.363 butir obat keras terbatas, diperkirakan 116 ribu orang bisa diselamatkan dari penyalahgunaan.

Baca Juga  Ngaku Petugas BPN, Pelaku Penipuan Pembuatan Sertifikat Tanah Diringkus Polsek Cicurug

“Secara total, antara 132 ribu sampai hampir 150 ribu orang kita cegah dari penyalahgunaan narkoba maupun obat keras terbatas. Bayangkan dampak sosial yang bisa dihindari, mulai dari tindak pidana, kekerasan, hingga rusaknya generasi muda,” jelas AKBP Samian.

 

Modus Baru: Tube ala Medis

Jika selama ini narkotika sering disembunyikan dalam bungkus sederhana, kini para pengedar semakin licik. Di Sukabumi, polisi menemukan modus baru penyimpanan sabu dalam wadah berbentuk tabung (tube). Sekilas menyerupai perlengkapan medis, sehingga lebih sulit terdeteksi.

“Ini cara baru mengelabui petugas. Namun berkat kecermatan penyidik, barang bukti dan pelaku berhasil kita amankan,” terang Kapolres.

 

Peta Peredaran: Utara, Barat, dan Selatan

Wilayah utara Sukabumi masih menjadi titik panas peredaran narkoba. Bahkan, dalam pengungkapan terakhir, polisi menemukan 4,5 kilogram ganja di salah satu kecamatan di wilayah utara.

Penangkapan itu bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penggeledahan badan pelaku hingga ke tempat tinggalnya. Dari sana terungkap bahwa peredaran ganja sudah berlangsung berbulan-bulan dan menyasar wilayah hukum Polres Sukabumi hingga ke sekitar Kota Sukabumi.

Baca Juga  Aksi Humanis Polisi Sukabumi, Beri Air Minum Gratis ke Pengemudi Terjebak Macet di Cikidang

Selain utara, wilayah barat dan selatan juga menjadi target para pengedar, meski intensitasnya tidak sebesar di utara.

 

Perempuan dalam Jaringan Narkoba

Fenomena baru yang tak kalah mencengangkan adalah keterlibatan perempuan dalam mengedarkan obat keras terbatas. Meski baru beberapa bulan terakhir terdeteksi, tren ini menambah kompleksitas penanganan.

 

“Obat keras terbatas ini seharusnya tidak boleh dijual tanpa izin medis. Tapi karena efeknya bisa membuat berani, remaja tetap mencarinya. Dari sini muncul tawuran, balapan liar, hingga tindak kekerasan lain. Itu sebabnya kami tidak akan kompromi,” tegas AKBP Samian.

 

Ancaman Generasi Muda

Target utama peredaran obat keras terbatas adalah remaja. Efeknya memang tidak selalu mematikan secara langsung, tetapi memberikan keberanian semu yang sering berujung pada kriminalitas.

 

Polisi menegaskan bahwa kenakalan remaja seperti tawuran dan balap liar banyak dipicu dari konsumsi obat keras terbatas. Karena itu, upaya pemberantasan dilakukan sejak dini, dengan melibatkan informasi sekecil apapun dari masyarakat.

Baca Juga  Lakalantas di Cibadak Sukabumi, Pemotor Alami Patah Kaki

 

Konsistensi Tanpa Kompromi

Meski jumlah kasus tinggi, beberapa tersangka ternyata adalah residivis yang kembali melakukan kejahatan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa perang melawan narkoba adalah perjuangan panjang yang tak selesai hanya dengan satu kali penangkapan.

 

Namun Polres Sukabumi memastikan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba. “Apapun bentuknya, sekecil apapun informasinya, pasti akan kami tindaklanjuti. Komitmen kami jelas: menjaga kondusivitas wilayah hukum Polres Sukabumi dari akar masalahnya, yaitu penyalahgunaan narkotika dan obat keras terbatas,” pungkas Kapolres.

 

Di balik angka dan barang bukti yang dipajang aparat, terdapat ribuan potensi korban yang berhasil diselamatkan. Setiap gram sabu, setiap linting ganja, hingga setiap butir obat keras terbatas yang disita, berarti mengurangi satu peluang anak bangsa terjerumus lebih dalam. Perang melawan narkoba bukan sekadar operasi kepolisian, melainkan perjuangan menjaga masa depan Sukabumi tetap terang. (Demi Pratama Adiputra)

Related Posts

Add New Playlist