Selasa,21 April 2026
Pukul: 04:04 WIB

Proyek Irigasi di Cibadak Sukabumi Diduga Gunakan Material Kurang Berkualitas, Warga Soroti Ketimpangan Pembangunan

Proyek Irigasi di Cibadak Sukabumi Diduga Gunakan Material Kurang Berkualitas, Warga Soroti Ketimpangan Pembangunan

Sabtu, 12 April 2025
/ Pukul: 17:40 WIB
Sabtu, 12 April 2025
Pukul 17:40 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Proyek pembangunan saluran irigasi pertanian di Kampung Kamandoran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan warga. Proyek senilai Rp184.666.000,00 yang digarap oleh CV Daffin Jaya Perkasa itu diduga menggunakan material tidak sesuai standar konstruksi.

Pantauan di lapangan memperlihatkan penggunaan pasir sungai yang diragukan kualitasnya. Seorang pekerja yang enggan disebut namanya menyebut proyek sudah dimulai sejak seminggu sebelum Lebaran dan hingga kini tidak ada pengawasan dari pihak penanggung jawab.

“Iya, menggunakan pasir ini. Pekerjaan dari seminggu sebelum Lebaran. Untuk penanggung jawab nggak datang, Pak, kemarin adanya kita mah hanya pekerja saja,” ujarnya.

Tak hanya material, masalah koordinasi juga menjadi sorotan. Kepala UPTD Pertanian Wilayah 2 Cibadak, Yadi Mulyadi, mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan terkait proyek tersebut. Ia baru mengetahui keberadaan pembangunan pada 10 April 2025 melalui informasi dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan media.

Baca Juga  Ular Piton Sepanjang 5 Meter Gegerkan Warga Cibadak Sukabumi

“Untuk pekerjaan tersebut tidak ada pemberitahuan ke pihak kami. Saya baru tahu pagi tadi. Pertama dari BPP, dan kedua dari media,” ungkap Yadi.

Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan UPTD sangat penting agar pengawasan dapat berjalan dengan baik. “Sebelumnya selalu saya tekankan kepada pihak ketiga untuk koordinasi sebelum pekerjaan dimulai. Kalau tidak ada pemberitahuan seperti ini, bagaimana kita bisa mengawasinya?” tambahnya.

Sementara itu, warga RW 10 Kampung Kamandoran juga mengungkapkan kekecewaan atas ketimpangan pembangunan. Mereka menilai proyek irigasi setiap tahun hanya menyasar wilayah RW 09, sementara kondisi irigasi di RW 10 jauh lebih memprihatinkan.

Baca Juga  Nyalip dari Kiri, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Cibadak Sukabumi

“Setiap tahun yang dibangun itu-itu saja, selalu di RW 09. Sementara di RW 10 tidak pernah tersentuh bantuan, padahal kami juga lumbung padi utama di Cibadak,” ujar Asep, salah satu warga RW 10.

Pembangunan Irigasi di Kampung Kamandoran Desa Karang Tengah Cibadak.

Warga mendesak Dinas Pertanian untuk melakukan pemerataan pembangunan dan meningkatkan transparansi pelaksanaan proyek agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Gilar Muhammad Akmal, menjelaskan bahwa pasir yang digunakan adalah jenis pasir pasang.

“Pasir pasang juga ada yang warnanya merah. Memang itu pakai jenis pasir pasang,” jelas Gilar.

Baca Juga  Rumah Warga di Karangtengah Cibadak Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 100 juta

Terkait lokasi proyek, Gilar menegaskan bahwa pembangunan di RW 09 sudah melalui proses usulan kelompok tani dan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Menurutnya, prioritas diberikan pada wilayah hulu demi efektivitas aliran air.

“Sebelumnya sudah dikumpulkan dan mempertimbangkan beberapa aspek bahwa irigasi di RW 09 itu didahulukan karena letaknya dekat ke hulu. Kalau hilir diperbaiki sementara hulunya tidak, tetap air tidak akan sampai ke hilir,” pungkasnya. (Sandra)

Related Posts

Add New Playlist