SUKABUMISATU.com, CIBADAK – Suasana sore yang tenang di Kampung Ciheulang Hilir RT 04/RW 08, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah tegang pada Rabu (23/9/2026). Asap membumbung tinggi dari rumpun bambu dan lahan alang-alang, mengancam keselamatan permukiman warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa kebakaran lahan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Salah seorang warga dari Kampung Pontis yang berada di seberang lahan hendak berjalan menuju sungai, sebelum pandangannya tertuju pada titik api yang mulai membakar perumpunan bambu di bawah lahan.
Petugas Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga kuat bermula dari aksi tidak bertanggung jawab oknum tak dikenal.
“Dugaan sementara ada orang usil yang membakar rumpun bambu. Dalam waktu singkat, api menyebar melahap alang-alang dan merembet ke area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi,” ujar Mawaldi saat memberikan keterangan, Rabu (23/9/2026).
Rasa cemas sempat menyelimuti warga sekitar saat kobaran api kian membesar dan merayap mendekati kawasan permukiman. Laporan pun segera diteruskan ke pemerintah desa serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Posko V Cibadak.
Namun, perjuangan menjinakkan si jago merah menemui kendala di lapangan. Armada truk pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api akibat akses jalan desa yang sempit dan sukar dilalui kendaraan besar.
Tak mau tinggal diam menghadapi ancaman api, petugas gabungan bersama warga setempat memutar otak. Keringat dan semangat gotong royong menjadi jalan keluar: mereka memanfaatkan mesin pompa air portabel (alkon) dan menarik selang untuk menyedot air langsung dari aliran sungai terdekat.
“Unit pemadam tidak bisa masuk ke titik api karena jalan sangat sempit. Akhirnya petugas Damkar, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak, Satpol PP, pihak desa, hingga RT/RW dan warga sekitar bahu-membahu mengoperasikan alkon mengambil air sungai,” tutur Mawaldi menceritakan dinamika di lokasi.
Berkat aksi cepat dan kebersamaan seluruh unsur di lapangan, kobaran api berhasil ditiup padam sepenuhnya pada pukul 16.55 WIB. Area lahan yang sempat membara kini dipastikan kembali aman dan terkendali.
Mawaldi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kendati demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta dan saat ini masih dalam proses kajian lebih lanjut oleh pihak terkait.
Dari insiden ini, Mawaldi menggarisbawahi pentingnya dukungan sarana pemadaman di area berakses sempit, khususnya penambahan unit alkon dan selang pemadam berjarak panjang. Ia juga mengetuk kesadaran masyarakat agar tidak sembarangan menyalakan api di area vegetasi kering.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan kepedulian warga serta seluruh unsur gabungan yang bergerak cepat. Kami imbau masyarakat untuk tidak main api atau membakar lahan sembarangan, sebab kelalaian kecil bisa membahayakan banyak nyawa dan tempat tinggal warga sekitar,” pungkasnya.
Reporter: Suhendi Soex












