SUKABUMISATU.com – Penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Cibadak berlangsung meriah dan sarat akan aksi nyata kepedulian lingkungan. Tidak hanya diikuti oleh seluruh siswa baru SMAN 1 Cibadak, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan lintas sekolah di wilayah Kabupaten Sukabumi. Selasa, (21/07/2026).
Masing-masing sekolah mengirimkan 10 orang perwakilan siswa untuk bergotong royong dalam aksi ekologi ini, antara lain dari SMA Negeri 1 Nagrak, SMKN Pertanian Cibadak (Maung), SMA Negeri Cikembar, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kegiatan ini juga dihadiri Forkopimcam Kecamatan Cibadak, Tokoh Masyarakat, KNPI dan Karangtaruna Cibadak.
Tanam 500 Pohon dan Bersih-Bersih di 3 Kampung
Aksi ekologi kolaboratif ini diwujudkan melalui penanaman 500 bibit pohon yang membentang dari kawasan depan sekolah hingga ke tepi aliran sungai. Selain penanaman pohon, para peserta disebar untuk melakukan pembersihan sampah di permukiman warga yang mencakup tiga wilayah RW, yaitu Kampung Bojong Koneng, Kampung Negla, dan Kampung Cipanas.
Tak hanya itu, para siswa juga melakukan pembersihan aliran Sungai Cikaluwing serta aksi pengecatan jembatan dan jalan akses penghubung antara kawasan sekolah dengan wilayah Bojong guna mempercantik fasilitas umum masyarakat.
Disdik Jabar Apresiasi Penguatan Karakter Ekologis
Koordinator Pengawas (Korwas) Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah V Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Iwan Setiawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya aksi ekologi kolaboratif pada penutupan MPLS ini.
Menurut Iwan, konsep penutupan MPLS berbasis aksi lingkungan hidup ini sangat sejalan dengan kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam membangun karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan sosial (karakter ekologis).
”Kami sangat mengapresiasi inovasi dan aksi nyata yang ditunjukkan oleh SMAN 1 Cibadak beserta sekolah-sekolah sekitarnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa MPLS tidak hanya diisi dengan pemberian materi di dalam kelas, tetapi langsung berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkap Iwan Setiawan pada sukabumisatu.com.
Pihaknya berharap aksi kolaborasi lintas sekolah ini dapat menjadi contoh dan percontohan (pilot project) bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Barat dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak awal masuk sekolah.
Langkah Antisipasi Puncak Musim Kemarau
Kepala SMAN 1 Cibadak, Isda Sugara, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian penutupan MPLS ini dilaksanakan sesuai dengan regulasi Permen dan Pergub mengenai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
”Hari terakhir MPLS ini kami tandai dengan aksi ekologi dari seluruh peserta didik. Kegiatan meliputi pembersihan permukiman, penanaman 500 pohon, pembersihan Sungai Cikaluwing, hingga pengecatan jembatan penghubung ke Bojong,” ujar Isda.
Di tengah ancaman puncak musim kemarau, Isda juga memberikan perhatian khusus pada edukasi hemat air dan potensi kebencanaan. Pihaknya merencanakan pembuatan sumur resapan di lingkungan sekolah serta mengimbau siswa untuk menjadi agen pencegahan kebakaran lahan di lingkungan rumah masing-masing.
Antusiasme Siswa Lewat Program Tanggung Jawab Lingkungan
Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh para siswa baru, salah satunya disampaikan oleh Leksa Viona, perwakilan siswa kelas 10 SMAN 1 Cibadak. Menurutnya, MPLS selama lima hari memberikan banyak pengetahuan, termasuk program kebersihan sekolah bernama “Satu Jus Sama Aku Tanggung Jawabku”.
”Lewat program ini, kami diajarkan bahwa sampah yang kami hasilkan adalah tanggung jawab kami sendiri untuk membersihkannya,” kata Leksa.
Mengenai aksi penanaman 500 pohon, Leksa menilai kegiatan tersebut memberikan dampak langsung bagi kenyamanan belajar di sekolah.
”Menanam pohon membuat lingkungan sekolah jadi lebih hijau, asri, dan adem karena menghasilkan banyak oksigen. Harapan saya, SMAN 1 Cibadak makin harum namanya dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra
