Indeks

Kebakaran Lahan di Munjul Ciambar: 4 Titik Api Sempat Ancam Pemukiman dan Pabrik

Danpos Posko 5 Pemadam Kebakaran Cibadak Iyep Yosepa.

CIAMBAR, SUKABUMI – Lahan vegetasi alang-alang seluas lebih dari 2 hektar di Kampung Babakan, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Senin (20/7/2026) sore menjelang magrib.

​Kobaran api yang menyebar di empat titik sempat mengancam keselamatan pemukiman warga sekitar serta fasilitas vital milik PT Kusuma Dwi Abadi (Wonokoyo).

​Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh Posko 5 Pemadam Kebakaran (Damkar) Cibadak sekitar pukul 18.00 WIB. Satu unit armada beserta tim personel langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Terhalang Akses Jalan, Petugas Sambung Selang

​Komandan Posko (Danpos) 5 Damkar Cibadak, Iyep Yosepa, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, api sudah membesar dan membakar area alang-alang yang terik dan kering. Kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah posisi titik api yang berada jauh dari akses jalan kendaraan pemadam.

​”Akses jalan menuju titik api cukup jauh dari posisi mobil. Kami harus bekerja ekstra menyambungkan beberapa rol selang pemadam untuk menjangkau lokasi,” ujar Iyep di lokasi kejadian, Senin (20/7/2026).

​Mengingat potensi bahaya yang ada, tim Damkar memprioritaskan penanganan untuk melokalisisasi pergerakan api agar tidak menjangkau fasilitas pabrik dan rumah warga.

​”Alhamdulillah, dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit, api yang mengarah ke PT Wonokoyo dan pemukiman warga berhasil kita amankan,” tambahnya pada sukabumisatu.com

Luas Area Terbakar dan Antisipasi Re-ignition

​Dari total hamparan lahan perkebunan yang mencapai ±600 hektar di kawasan tersebut, Iyep mengestimasikan area alang-alang yang hangus dilalap si jago merah mencapai lebih dari 2 hektar.

​Hingga Senin malam, petugas Damkar masih tetap bersiaga di lokasi untuk melakukan penyisiran (cooling down). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi penyalaan ulang (re-ignition) yang dipicu oleh hembusan angin di tengah musim kemarau.

​”Kami masih standby di lokasi karena beberapa titik masih berpotensi menyala kembali. Kami khawatir angin kencang membuat api menyebar lagi ke arah pabrik atau pemukiman,” jelas Iyep.

Imbauan Waspada Karhutla di Musim Kemarau

​Menghadapi puncaknya musim kemarau, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

  • ​Jangan membakar sampah sembarangan di area terbuka.
  • ​Dilarang membuang puntung rokok atau menyalakan api secara sembarangan.
  • ​Petani diimbau tidak membuka lahan pertanian dengan metode pembakaran.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Mawaldi

Exit mobile version