SUKABUMISATU.COM – Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Bojong Kuring, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada sore hari. Sebanyak tiga unit rumah warga hangus dilalap si jago merah, mengakibatkan sekitar 15 jiwa dari 3 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Ketua RW 26 Kelurahan Cibadak, Aal Ardi, menjelaskan bahwa musibah tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Pihaknya menerima laporan mendadak dari warga setempat yang rumahnya terbakar.
”Sekitar jam 4 sore saya mendapat telepon dari tetangga yang rumahnya terbakar. Berdasarkan keterangan awal dari pemilik rumah, dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik,” ujar Aal Ardi saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, dampak kebakaran ini melanda 3 rumah yang dihuni oleh 3 Kepala Keluarga dengan total 15 jiwa. “Kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp200 juta untuk ketiga rumah tersebut,” jelasnya.
Aal Ardi pun berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari instansi serta pihak terkait untuk meringankan beban para korban. “Harapan kami, laporan yang sudah disampaikan bisa mendapat respon baik dari pemangku kebijakan, baik Kelurahan maupun pihak lainnya, agar dapat segera membantu keluarga korban,” pungkasnya.
Kendala Akses dan Penanganan Petugas Damkar
Sementara itu, Komandan Posko (Danpos) Posko 5 Pemadam Kebakaran Cibadak, Iyep Yosepa, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.15 WIB hingga 16.20 WIB.
Saat laporan masuk, petugas Posko 5 sedang melakukan penanganan musibah kebakaran lahan alang-alang di Perumahan Grand Palem, Karangtengah.
”Begitu menerima laporan kebakaran di Bojong Kuring, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan dukungan dari Damkar Parungkuda. Namun, saat petugas tiba di lokasi, armada mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik rumah yang terbakar karena akses jalan yang sempit,” terang Iyep Yosepa.
Guna mengatasi kendala akses kendaraan, petugas Damkar memanfaatkan mesin pompa portabel (Alkon) dan beruntung terdapat sumber air kolam warga di sekitar lokasi.
”Alhamdulillah di lokasi ada kolam air yang bisa kita manfaatkan. Petugas langsung menyedot air menggunakan mesin Alkon untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan,” paparnya.
Mengenai total kerugian, Iyep menyampaikan estimasi sementara untuk dua rumah berkisar Rp75 juta, sedangkan satu rumah lainnya masih dalam proses perhitungan dan pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.












