Senin,9 Maret 2026
Pukul: 12:42 WIB

Terangi 520 Keluarga di Kaki Gunung Salak, Star Energy Geothermal Perluas Akses Listrik Gratis

Terangi 520 Keluarga di Kaki Gunung Salak, Star Energy Geothermal Perluas Akses Listrik Gratis

Selasa, 3 Maret 2026
/ Pukul: 16:54 WIB
Selasa, 3 Maret 2026
Pukul 16:54 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM, KABANDUNGAN — Komitmen kemanusiaan ditunjukkan oleh Star Energy Geothermal (SEG) melalui operasi PLTP Salak. Sebanyak 520 keluarga di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor kini bisa menikmati akses energi bersih secara mandiri melalui Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas.

​Program yang dilaksanakan secara bertahap sejak 2018 hingga 2025 ini menyasar warga yang sebelumnya belum memiliki KWH sendiri. Banyak di antara mereka yang selama ini hanya mengandalkan sambungan listrik dari rumah tetangga atau bahkan belum tersentuh penerangan sama sekali.

​Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG, Laksmi Prasvita, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan investasi sosial untuk masa depan warga di sekitar wilayah operasional.

Baca Juga  Ada Patok BPN dan Wisata Tanpa Izin di Hutan Lindung Halimun Salak, Kemana Pemerintah Daerah?

​”Akses listrik tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendidikan, produktivitas, dan pengembangan usaha warga,” ungkap Laksmi kepada awak media.

Sentuh Desa-desa Terpencil di Kabandungan dan Pamijahan

​Implementasi program ini dilakukan secara terukur. Dimulai pada 2018, sebanyak 115 KK di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, menjadi penerima manfaat pertama.

​Estafet kebaikan ini berlanjut hingga tahun 2025. Berikut adalah rincian sebaran wilayahnya:

2023: 123 KK di Desa Cihamerang dan Desa Mekarjaya (Sukabumi).

​2024: 141 KK di wilayah Kabandungan (Sukabumi) dan Desa Cibunian (Pamijahan, Bogor).

​2025: 141 KK di Desa Ciasmara (Pamijahan) dan Desa Pulosari (Kabandungan).

​Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif SEG ini. Menurutnya, biaya awal pemasangan KWH seringkali menjadi kendala utama bagi warga kurang mampu.

Baca Juga  Kerjasama Kemitraan Konservasi dengan TNGHS, 14 Kelompok Tani Hutan Sukabumi Dilibatkan

​”Pemasangan KWH dilakukan secara gratis, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya awal yang cukup besar. Warga kami sekarang sudah punya listrik mandiri,” kata Dirja.

Bukan Sekadar Listrik: Pendidikan Hingga Budidaya Ikan Torsoro

​Tak hanya soal setrum, sepanjang tahun 2025 SEG juga mencatat dampak sosial yang lebih luas. Tercatat ada 953 individu dan 19 institusi yang menerima manfaat dari berbagai program pemberdayaan, di antaranya:

Pendidikan: Pemberian beasiswa serta pelatihan guru dan siswa Sahabat Budaya.

Ekonomi: Pendampingan UMKM, penguatan BUMDES, hingga pemeriksaan kesehatan keluarga.

Baca Juga  DPRD Nilai Pemerintah Abai, Tragedi Raya Bukti Gagalnya Layanan Kesehatan di Desa

Lingkungan: Pelatihan budidaya Ikan Torsoro (ikan dewa) dan penguatan kapasitas pengurus Bank Sampah.

​Laksmi menambahkan, SEG ingin setiap program yang dijalankan menjadi katalis agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi maupun kelembagaan di masa depan.

​Langkah SEG ini pun dinilai selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau. Sebagai perusahaan panas bumi, SEG membuktikan bahwa energi dari perut bumi tidak hanya menerangi sistem kelistrikan nasional, tapi juga menerangi harapan warga di kaki Gunung Salak.

Redaksi: SukabumiSatu.com

Related Posts

Add New Playlist