SUKABUMISATU.com, CIBADAK — Mentari pagi belum sepenuhnya terik di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cibadak. Namun, riuh tawa dan hilir mudik para siswa berseragam SMAN 1 Cibadak (SMANDAK) sudah menghangatkan suasana. Di sudut halaman sekolah, tumpukan ratusan kantong berisi bahan pokok tertata rapi, siap diantarkan ke rumah-rumah warga yang membutuhkan. Rabu, (19/08/2026).
Di usianya yang menginjak 61 tahun, SMANDAK tak sekadar merayakan perjalanan panjangnya dalam menancapkan tonggak pendidikan sejak 1974. Mengusung tema besar “The Radiant Trail” atau Jalur yang Bercahaya, keluarga besar sekolah ini memilih menyebarkan pendar cahaya tersebut langsung ke jantung pemukiman warga lewat aksi “SMANDAK Berbagi”.
Tak kurang dari 170 paket sembako disalurkan khusus bagi warga kurang mampu dan kaum lanjut usia (jompo) di sekitar lingkungan Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Gotong Royong Murni dari Hati
Senyum sumringah tampak mendominasi raut wajah para penerima manfaat. Yadi (50), salah satu warga lokal yang ditemui di lokasi, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan. Bagi pria setengah baya ini, kepedulian dari anak-anak sekolah di lingkungannya adalah berkah yang sangat nyata.
“Alhamdulillah senang sekali dapat paket sembako dari SMANDAK. Sangat merasa terbantu. Semoga SMANDAK selalu sukses dan makin maju,” tutur Yadi dengan nada tulus.
Di balik 170 paket yang terbagi, ada derap langkah para siswa yang tak lelah mengetuk pintu-pintu kebaikan. Bantuan ini lahir dari patungan para siswa, guru, serta tenaga kependidikan, yang kemudian diperluas melalui kolaborasi ciamik bersama kawasan industri dan pelaku UMKM lokal di sekitar Cibadak.
Siti Khansa, siswi kelas 9 yang turun langsung dalam aksi ini, menceritakan bagaimana ia dan teman-temannya bergerilya menggalang kepedulian.
“Caranya kami berkumpul, mencari sponsor dan donasi ke pabrik-pabrik terdekat di sekitar sekolah, serta mengajak produk UMKM untuk bekerja sama,” cerita Khansa antusias. “Bisa menambah kebersamaan, rasa sukarela, dan menanamkan kepedulian untuk berbagi kepada sesama. Harapannya ke depan bisa lebih banyak berbagi lagi.”
Menanam Karakter di Atas Lembaran Nilai
Bagi pihak sekolah, aksi sosial yang bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan RI ini bukan sekadar seremoni bagi-bagi hadiah Milad. Ada misi pendidikan karakter yang jauh lebih dalam sedang ditanamkan ke dalam jiwa para murid.
Kepala SMAN 1 Cibadak, Isda Sugara, menegaskan bahwa sekolah ingin melahirkan generasi yang tak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah tahun ini terkumpul 170 paket sembako. Kami distribusikan terlebih dahulu ke lingkungan terdekat, kemudian ke RW atau kelurahan lain yang masih bisa kami jangkau,” terang Isda.
Ia menambahkan, besar kecilnya bantuan bukanlah tolok ukur utama, melainkan hadirnya rasa kepedulian yang nyata.
“Kami ingin menanamkan karakter kepada murid-murid untuk senantiasa berbagi dengan sesama. Kami tidak melihat besar kecilnya bantuan, tetapi yang terpenting adalah kepedulian terhadap sesama bisa terwujud. Ini menjadi kebanggaan bagi kami keluarga besar SMANDAK,” pungkasnya.
Lewat The Radiant Trail, SMANDAK membuktikan bahwa jalan bercahaya yang mereka tempuh tak hanya menerangi koridor-koridor ruang kelas, tetapi juga mampu menghangatkan dapur dan menyulut senyum warga di sekitarnya.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra
