Indeks
News  

Heboh Dugaan Hipnotis Saat Maulid Nabi di Pasar Cibadak, Warga Diminta Waspada

Pelaku penipuan modus hipnotis memanfaatkan kelengahan warga di tengah perayaan maulid nabi di Masjid Pasar Cibadak. (Foto: Suhendi Soex)

SUKABUMISATU.COM, Cibadak — Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Uswatun Hasanah Al Mubarokah, kawasan Pasar Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (3/10/2026) pagi, mendadak diwarnai dugaan aksi penipuan dengan modus hipnotis.

Sedikitnya empat orang disebut menjadi korban. Mereka berasal dari kalangan warga dan pedagang yang tengah beraktivitas dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi.

Kasus tersebut kini mulai ditangani kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Pasar Cibadak untuk mengumpulkan informasi dan petunjuk terkait kejadian tersebut.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian pengurus pasar setelah sejumlah korban melaporkan kerugian yang mereka alami.

Pria Berpeci dan Berbaju Biru Terekam CCTV

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebut, sosok yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut merupakan seorang pria yang mengenakan pakaian berwarna biru dan peci.

Gerak-geriknya sempat terekam kamera CCTV di sekitar kawasan pasar. Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat berjalan di lorong pertokoan.

Rauf Santana, warga Pasar Cibadak, mengaku tidak mengenali pria tersebut. Ia bahkan menyebut sosok yang terekam CCTV itu bukan orang yang biasa terlihat beraktivitas di lingkungan pasar.

“Kalau saya tidak kenal, belum pernah melihat orang itu. Sepertinya bukan warga pasar,” ujar Rauf.

Keterangan serupa disampaikan Eem, salah seorang pengurus masjid. Menurutnya, pria tersebut diduga telah berada di sekitar lokasi sebelum kegiatan Maulid Nabi dimulai.

“Pelaku sudah ada sebelum acara dimulai. Pagi-pagi sudah terlihat di lokasi,” ungkap Eem.

Namun, identitas pria dalam rekaman tersebut belum dapat dipastikan. Keterlibatannya dalam peristiwa ini juga masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Empat Orang Disebut Jadi Korban

Rauf mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima warga, sedikitnya empat orang diduga menjadi korban.

Mereka berasal dari sejumlah aktivitas di sekitar pasar, termasuk pedagang kopi, pedagang makanan, serta warga yang terlibat dalam kegiatan Maulid Nabi dan pengumpulan uang untuk acara tersebut.

Informasi dari pengurus Pasar Cibadak sebelumnya juga menyebut adanya korban yang kehilangan handphone serta pedagang yang memberikan barang dagangan kepada seseorang yang diduga pelaku.

Salah satu pedagang disebut mengalami kerugian setelah memberikan sejumlah rokok senilai ratusan ribu rupiah. Ada pula makanan dagangan yang disebut dibagikan kepada jemaah atas arahan orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Sementara uang yang berkaitan dengan kegiatan Maulid Nabi juga disebut ikut hilang. Salah satu informasi yang diterima warga menyebut kerugiannya sekitar Rp840 ribu.

Namun, jumlah keseluruhan kerugian masih dalam proses pendataan dan koordinasi dengan pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Pengurus Pasar Minta Warga Lebih Waspada

Mamat Hermawan, bagian keamanan Perwapas, membenarkan adanya informasi mengenai dugaan aksi hipnotis yang menimpa sejumlah warga atau pedagang.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama, terutama karena berlangsung ketika kawasan pasar sedang ramai oleh kegiatan keagamaan.

“Informasinya memang ada kejadian hipnotis. Kebersamaan dan kewaspadaan harus kita tingkatkan supaya tidak terulang lagi,” kata Mamat.

Pengurus Pasar Cibadak, Hendrik, sebelumnya juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena berlangsung di tengah kegiatan Maulid Nabi.

“Hari ini kegiatan keagamaan kita telah tercoreng oleh orang tersebut,” kata Hendrik.

Meski demikian, penyebutan “hipnotis” dalam informasi awal tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan pengurus. Kepastian mengenai modus yang digunakan, bagaimana para korban bisa mengalami kerugian, serta siapa pelakunya masih menjadi bagian dari pendalaman aparat.

Polisi Sudah Olah TKP

Setelah kejadian dilaporkan, polisi telah melakukan olah TKP di lokasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengumpulkan petunjuk terkait kejadian, termasuk mencermati kondisi lokasi dan informasi dari rekaman CCTV.

Rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan pria berpeci dan mengenakan pakaian berwarna biru diharapkan dapat membantu polisi mengungkap identitas serta memastikan keterkaitannya dengan peristiwa tersebut.

Selain itu, keterangan para korban dan saksi juga menjadi penting untuk mengurai kronologi kejadian.

Hingga kini, dugaan aksi hipnotis tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Identitas pelaku, modus yang sebenarnya digunakan, serta total kerugian para korban masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.

Reporter: M Mawaldi/Suhendi Soex

Exit mobile version