Sembunyi di Gunung Panyireupan Cianjur, Dua Pelaku Pembacokan di Sukalarang Sukabumi Diringkus Polisi

SUKABUMISATU.com, SUKALARANG — Satuan Reserse Kriminal Polsek Sukalarang bersama Tim Buser Satreskrim Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap dua terduga pelaku pembacokan dalam insiden bentrokan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur KM 13,6, Kampung Cimangkok, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial TW (30) dan AS, warga Kabupaten Cianjur. Keduanya ditangkap di lokasi persembunyiannya di kawasan Gunung Panyireupan, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Sukalarang, Iptu Rahmat Mulyadi, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, kedua terduga pelaku kini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing, motif, serta kronologi aksi penganiayaan yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) sore.

Baca Juga  Konvoi Bermotor Sambil Acungkan Senjata Tajam, Tujuh Bocah Ini Diciduk Polres Sukabumi

“Para terduga pelaku berhasil diamankan di wilayah Gunung Panyireupan, Cianjur. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mendalami peran dan motifnya. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan selesai,” ujar Iptu Rahmat Mulyadi, Kamis (24/9/2026).

Empat Korban Terluka

Insiden tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Dokter Umum RS Hermina Sukabumi, dr. Kinanti, mengatakan korban berinisial N (30) dan A (23) mengalami luka ringan.

Sementara itu, korban D (28) dan R (31) mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga  Ngaku Petugas BPN, Pelaku Penipuan Pembuatan Sertifikat Tanah Diringkus Polsek Cicurug

“Korban R mengalami multiple trauma dan syok pendarahan akibat luka terbuka di bagian kepala, bahu, punggung, tangan, pinggang, serta lutut, sehingga dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH,” jelas dr. Kinanti.

Sedangkan korban D mengalami luka robek pada bagian kepala, lengan, dan paha. Korban tersebut telah menjalani tindakan operasi pada Rabu (23/9/2026).

“Saat ini kondisi korban D sudah dalam keadaan stabil,” katanya.

Pasca-penangkapan kedua terduga pelaku, kepolisian masih melakukan pengawasan di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik susulan.

Polisi juga masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut. Perkembangan penyidikan akan disampaikan setelah pemeriksaan terhadap para terduga pelaku selesai.

Baca Juga  Dua Kali Tragedi Kereta Api dalam Sepekan di Sukabumi: Nyawa Melayang, Palang Pintu Otomatis Hanya Jadi Pajangan

Reporter: Maulana Yusup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *