Sabtu,14 Februari 2026
Pukul: 22:32 WIB

Pondasi Tergerus Luapan Sungai, Jembatan Leuwi Pariuk Penghubung Sekarwangi-Tenjojaya Terancam Putus

Pondasi Tergerus Luapan Sungai, Jembatan Leuwi Pariuk Penghubung Sekarwangi-Tenjojaya Terancam Putus

Sabtu, 14 Februari 2026
/ Pukul: 22:32 WIB
Sabtu, 14 Februari 2026
Pukul 22:32 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Akses transportasi yang menghubungkan Desa Sekarwangi dan Desa Tenjojaya di Kecamatan Cibadak kini dalam kondisi kritis. Pondasi Jembatan Leuwi Pariuk yang terletak di Kampung Babakan RT 05 RW 08 amblas akibat tergerus luapan air sungai setelah diguyur hujan deras, Jumat (13/02/2026).

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut mengancam struktur jembatan sepanjang 40 meter itu. Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, longsoran pada pondasi mencapai panjang 2,5 meter dengan kedalaman atau tinggi mencapai 7 meter.

Baca Juga  Maut Mengintai di Leuwi Pariuk: Fondasi Tergerus, Warga Sekarwangi-Tenjo Jaya 'Bertaruh Nyawa' Setiap Hari

​”Longsor terjadi pada sisi bawah jembatan yang menyebabkan tanah penopang tiang tergerus dan amblas. Kondisinya sangat rawan dan berpotensi mengancam kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan,” ujar Mawaldi, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak dalam laporan resminya.

Akses Utama Lumpuh Total

​Jembatan dengan lebar 100 cm ini merupakan urat nadi bagi warga di dua desa, terutama untuk aktivitas pendidikan, pertanian, dan ekonomi. Namun, demi keselamatan warga, pihak berwenang terpaksa menutup total akses jembatan tersebut.

​”Untuk sementara jembatan tidak bisa digunakan karena kondisinya sangat membahayakan. Kami sudah memasang pengamanan di area lokasi guna mencegah terjadinya kecelakaan,” tambah Mawaldi.

Baca Juga  Jembatan Pamuruyan Cibadak Ambrol, Begini Penjelasan Pelaksana Proyek

Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

​BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Cibadak telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan jalur alternatif lain hingga penanganan lebih lanjut dilakukan.

​Hingga berita ini diturunkan, kebutuhan mendesak di lokasi mencakup:

  • ​Assessment teknis dari instansi terkait untuk menghitung tingkat kerusakan.
  • ​Perbaikan permanen pada pondasi jembatan agar aktivitas warga kembali normal.

​Pihak BPBD juga mengingatkan warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi masih sering terjadi di wilayah Sukabumi, yang berpotensi memicu luapan sungai susulan.

Baca Juga  Jembatan Kamandoran Cibadak Ambruk, Akses Pelajar dan Ekonomi Warga Terputus

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist