Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu Orang dalam 9 Bulan

SUKABUMISATU.com, Sukabumi — Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Sukabumi mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga September 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat sebanyak 613.678 penumpang berangkat dari stasiun tersebut, naik sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 574.151 penumpang.

Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, peningkatan tersebut mencapai 39.527 penumpang dalam kurun waktu sembilan bulan. Angka ini memperlihatkan semakin tingginya pemanfaatan Stasiun Sukabumi sebagai salah satu titik keberangkatan masyarakat untuk perjalanan antardaerah di Jawa Barat, Senin (19/10/2026).

Konektivitas kereta api dari Sukabumi menuju Bogor serta Cianjur hingga Cipatat menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menunjang aktivitas pekerjaan, pendidikan, perjalanan keluarga, hingga wisata.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan Stasiun Sukabumi memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat melalui layanan kereta api yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Baca Juga  Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu Orang dalam 9 Bulan

“Stasiun Sukabumi menjadi salah satu simpul konektivitas perjalanan kereta api di Jawa Barat. Dengan adanya layanan perjalanan menuju Bogor serta Cianjur hingga Cipatat, masyarakat memiliki pilihan transportasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antardaerah. Pertumbuhan jumlah penumpang ini menjadi indikator positif terhadap pemanfaatan transportasi kereta api,” ujar Franoto.

Secara keseluruhan, volume keberangkatan penumpang di wilayah Bogor–Sukabumi selama Januari–September 2026 mencapai 1.241.652 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.171.257 penumpang, atau bertambah 70.395 orang.

Stasiun Bogor Paledang tercatat sebagai salah satu stasiun dengan volume keberangkatan terbesar kedua, yakni sebanyak 406.304 penumpang.

Pertumbuhan juga terjadi di sejumlah stasiun lain. Stasiun Cigombong mencatat kenaikan sekitar 10 persen, dari 10.894 penumpang pada Januari–September 2025 menjadi 11.986 penumpang pada periode yang sama tahun 2026.

Baca Juga  Pelanggan Kereta Bogor–Sukabumi Tembus 1,12 Juta, Cibadak Masuk Lima Besar

Sementara itu, volume keberangkatan di Stasiun Cicurug meningkat dari 27.828 menjadi 30.575 penumpang.

Adapun Stasiun Cibadak melayani 64.848 penumpang, Stasiun Cisaat sebanyak 61.508 penumpang, dan Stasiun Parungkuda sebanyak 35.280 penumpang. Ketiganya juga mencatat peningkatan volume keberangkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di stasiun lainnya, volume keberangkatan tercatat sebanyak 10.950 penumpang di Stasiun Karangtengah, 3.298 penumpang di Stasiun Maseng, 2.560 penumpang di Stasiun Bogor, serta 665 penumpang di Stasiun Batutulis.

Franoto menjelaskan, konektivitas kereta api di wilayah Bogor dan Sukabumi tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperluas akses transportasi menuju berbagai kawasan di Jawa Barat.

“Kereta api tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga bagian dari konektivitas antardaerah yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. KAI terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian waktu,” jelasnya.

Baca Juga  Pelanggan Kereta Bogor–Sukabumi Tembus 1,12 Juta, Cibadak Masuk Lima Besar

Seiring dengan meningkatnya volume penumpang, KAI Daop 1 Jakarta menyatakan terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan melalui pemeliharaan sarana dan prasarana, peningkatan kebersihan serta kenyamanan fasilitas stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

(Suhendi Soex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *