SUKABUMISATU.com, CANTAYAN – Asap hitam pekat membubung tinggi di langit Desa Lembur Sawah, Kecamatan Cantayan, Kabupaten Sukabumi, Jumat sore (13/2/2026). Di balik pekatnya asap tersebut, terselip duka mendalam bagi Santi (40), seorang pengusaha tahu yang harus menyaksikan seluruh aset berharga dan tempat tinggalnya rata dengan tanah akibat amukan si jago merah.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Bantar Karet RT 05/05. Api yang diduga berasal dari area produksi tahu dengan cepat menjalar, melahap material bangunan yang mudah terbakar, hingga merembet ke rumah tinggal yang tepat berdampingan dengan pabrik.
Detik-Detik Mencekam
Kepanikan warga pecah sekira pukul 16.10 WIB. Warga sekitar sempat bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun embusan angin dan material kayu membuat api justru semakin beringas.
”Kobaran api tiba-tiba membesar dari area pabrik. Warga panik karena asapnya sangat tebal dan api mengancam rumah-rumah di sekitarnya,” ucap Kepala Desa Lembur sawah Eti Rumiati ditemui di lokasi kejadian. Jumat, (13/02/26).
Beruntung, respons cepat ditunjukkan oleh petugas Pemadam Kebakaran. Hanya berselang 15 menit setelah laporan diterima, tim dari Posko Cisaat VI dan Posko Cibadak V tiba di lokasi tepat pukul 16.25 WIB untuk melakukan pengepungan terhadap api.
Perjuangan Petugas di Tengah Panas Membara
Suasana dramatis terlihat saat petugas Damkar berjibaku melawan panasnya suhu dan pekatnya asap. Danpos Pemadam Cisaat, Unang Sofyan, mengungkapkan bahwa prioritas utama mereka adalah melokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman warga yang lebih padat.
”Begitu laporan masuk, anggota langsung bergerak. Prioritas kami adalah penyelamatan jiwa dan mencegah api merambat ke bangunan lain. Alhamdulillah, api bisa kami padamkan sebelum meluas lebih jauh,” tegas Unang kepada awak media.
Imbauan dan Kerugian
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materil ditaksir cukup besar mengingat bangunan pabrik dan rumah tinggal mengalami kerusakan berat. Unang Sofyan juga memberikan peringatan keras bagi para pelaku usaha rumahan agar tidak abai terhadap standar keselamatan.
Penyebab Diduga: Aktivitas pembakaran di area produksi tahu.
Dampak: Pabrik tahu dan rumah tinggal ludes terbakar.
Korban: Nihil (Jiwa/Luka).
”Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi dan proses pembakaran dalam kondisi aman. Kewaspadaan adalah kunci agar tragedi seperti ini tidak terulang,” pungkas Unang.
Kini, Santi hanya bisa terpaku menatap puing-puing sisa usahanya yang telah menjadi abu. Tragedi di Jumat sore ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua akan pentingnya keamanan di area kerja.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra









