Minggu,8 Maret 2026
Pukul: 17:41 WIB

Truk Tronton Muatan Air Mineral Mogok di Jalur Cibadak-Parungkuda, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

Truk Tronton Muatan Air Mineral Mogok di Jalur Cibadak-Parungkuda, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

Jumat, 13 Februari 2026
/ Pukul: 17:57 WIB
Jumat, 13 Februari 2026
Pukul 17:57 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Arus lalu lintas di ruas jalan nasional Cibadak – Parungkuda mengalami kemacetan panjang pada Jumat (13/02/2026). Kemacetan ini dipicu oleh sebuah truk tronton bermuatan air mineral yang mengalami kendala teknis dan mogok di tengah jalan saat melintasi tanjakan.

​Truk tersebut diketahui sedang dalam perjalanan mengangkut air mineral dari Cianjur dengan tujuan akhir Tanjung Priok, Jakarta. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, truk tidak kuat menanjak hingga akhirnya terhenti dan menutup sebagian badan jalan.

​Sahrul, sopir truk tronton tersebut, menjelaskan kronologi kejadiannya. Menurutnya, peristiwa ini bermula ketika ada kendaraan lain yang mogok di depannya.

Baca Juga  Kemacetan Parah Hantui Jalur Sukabumi-Bogor, Pengendara Terjebak Hingga 2 Jam

​“Tadi ada mobil mogok di depan, mobil Colt Diesel. Terus saya nahan dulu, pas angkatan pertama nggak kuat koplingnya,” ujar Sahrul saat ditemui di lokasi.

​Ia menambahkan bahwa kondisi diperparah karena kendaraan di depannya sedang dalam proses perbaikan di jalur tanjakan tersebut. Akibatnya, truk yang dikemudikan Sahrul kehilangan momentum untuk menanjak.

​“Tadi nahan, akhirnya nggak kuat nanjak. Ini bawa air mineral mau ke Priok dari Cianjur,” tambahnya.

​Sahrul mengaku ini adalah kali pertama ia mengalami kendala teknis (trouble) di jalur tersebut. Untuk mengatasi kemacetan dan mengevakuasi kendaraan, ia telah merencanakan beberapa langkah teknis.

Baca Juga  Urai Kemacetan Jelang Nataru, Polisi Berlakukan One Way di Jalur Cibadak-Parungkuda

​“Paling nanti kalau nggak ditarik, diganti kepalanya. Mudah-mudahan kalau mesin sudah dingin bisa (jalan) lagi,” harapnya.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai antrean kendaraan yang mengular dari kedua arah. Pengendara diimbau untuk bersabar atau mencari jalur alternatif jika memungkinkan.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist