Kamis,12 Februari 2026
Pukul: 20:39 WIB

Hujan Deras, Ular Piton 3 Meter Hadang Warga Cidahu Saat Mau ke Masjid

Hujan Deras, Ular Piton 3 Meter Hadang Warga Cidahu Saat Mau ke Masjid

Kamis, 12 Februari 2026
/ Pukul: 20:37 WIB
Kamis, 12 Februari 2026
Pukul 20:37 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com, Cidahu – Warga Kampung Cikalong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dibuat geger dengan penemuan seekor ular piton berukuran besar, Kamis (12/02/2026). Ular sepanjang tiga meter tersebut muncul saat debit air kali meluap akibat diguyur hujan deras.

​Ular pembelit itu ditemukan tepat di jalur yang biasa dilalui warga di wilayah RT 03 RW 01. Diduga kuat, arus kali yang meluap memaksa predator ini keluar dari sarangnya dan naik ke daratan hingga menghalangi akses jalan.

Kronologi Penemuan

​Saksi mata di lokasi, Deni, menceritakan detik-detik dirinya berpapasan dengan ular tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, ia tengah berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat zuhur.

Baca Juga  Sempat Halangi Pengguna Jalan, Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Gegerkan Warga Pamuruyan

​Waktu Kejadian: Sekitar pukul 13.00 WIB.

​Kondisi Cuaca: Hujan deras, air kali meluap.

​Posisi Ular: Melintang di tengah akses jalan warga.

​”Kaget sekali, tiba-tiba ada ular cukup besar menghalangi jalan. Saya langsung urung lewat dan minta bantuan warga lain untuk menangkapnya,” ungkap Deni kepada awak media.

Evakuasi Gotong Royong

​Khawatir membahayakan keselamatan, warga sekitar akhirnya bahu-membahu mengevakuasi ular tersebut. Dengan peralatan seadanya, piton tersebut berhasil diamankan sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.

​Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Namun, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat aliran sungai.

Baca Juga  Kampung Gempar! Ular Sanca Batik Raksasa Ditemukan di Pemukiman Sukabumi

​Himbauan: Saat musim penghujan dengan intensitas tinggi, satwa liar seperti ular seringkali keluar dari habitatnya karena sarang mereka terendam air. Pastikan lingkungan rumah tetap bersih dan pantau titik-titik rawan luapan air.

Reporter: Chuba Yusuf

Related Posts

Add New Playlist