​Hati Mulia Korban Penganiayaan di Surade: Maafkan Suami dan Pilih Tak Lapor Polisi

Foto korban dan pelaku kekerasan, sebelum kejadian. (istimewa)

SUKABUMISATU.com, SUKABUMI – Di balik insiden penganiayaan mengejutkan yang menimpanya, Karti (27)—istri yang menjadi korban penyerangan senjata tajam oleh suaminya sendiri di Kampung Bojong Sempor, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade—menunjukkan ketabahan luar biasa. Meski mengalami luka sayatan di bagian leher, ia dengan tegas menyatakan telah memaafkan sang suami dan memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

​Saat ditemui di Makopolres Sukabumi, Sabtu (17/10/2026), Karti mengungkapkan bahwa suaminya sempat datang langsung menemuinya untuk meminta maaf secara tulus.

​”Dia punya itikad sendiri ke rumah, datang, minta maaf secara sadar. Mungkin kemarin itu khilaf atau bagaimana, yang jelas saya sudah memaafkan,” ujar Karti dengan tegar.

​Karti menceritakan, usia pernikahan mereka yang telah menginjak 14 tahun selama ini berjalan harmonis tanpa ada riwayat percekcokan berat. Bahkan, hingga saat ini dirinya tengah mengandung anak ketiga dengan usia kandungan memasuki 7 bulan. Namun, perubahan drastis pada perangai suaminya baru dirasakan dalam 10 hari terakhir semenjak sang suami bekerja dan pindah ke sebuah kontrakan baru di kawasan Rawamangun, Jakarta.

Baca Juga  Hantavirus Jadi Perbincangan Dunia, Kemenkes RI Catat 23 Kasus di Indonesia: Begini Cara Mencegahnya!

​”Selama belasan tahun menikah, enggak pernah ada cekcok, jangankan kasar, digementak saja enggak pernah. Tapi memang 10 hari terakhir ada perubahan, dia jadi cuek dan kurang merespons komunikasi,” ungkapnya.

​Karti membeberkan, sebelum kejadian nahas pada Jumat (16/10/2026) malam tersebut, suaminya sempat menunjukkan gelagat aneh saat pulang dari Jakarta. Sang suami mendadak menelepon dan meminta Karti beserta anak-anaknya untuk pulang ke rumah orang tuanya di Jampang dengan alasan kondisi badannya sedang tidak enak.

​Ia juga menceritakan pengakuan sang suami yang mengaku tidak bisa tidur selama 10 hari berturut-turut sejak tinggal di kontrakan barunya di Jakarta yang letaknya berdampingan dengan area pemakaman.

Baca Juga  Geger Kasus Penganiayaan Sajam di Surade Sukabumi, Suami Tiba-tiba Sabet Istri Tanpa Cekcok

​”Katanya dia enggak pernah tidur selama di kontrakan itu sampai pulang ke rumah, karena di sebelah kontrakannya langsung kuburan. Badannya keringetan dan merinding terus, kayak ada beban pikiran yang aneh,” tutur Karti.

​Puncak kejadian berlangsung secara spontan pada Jumat malam saat Karti tengah berada di dapur. Suaminya tiba-tiba datang dari arah belakang dan melakukan penyerangan hingga mengenai lehernya.

​Kendati sempat mengalami peristiwa yang mengancam nyawa tersebut, Karti memastikan bahwa dirinya bersama pihak keluarga besar tidak berniat melaporkan suaminya secara hukum. Ia berharap kejadian ini menjadi musibah yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan, serta mendoakan agar hubungan rumah tangga mereka bisa kembali membaik ke depannya.

Baca Juga  Aksi Penonton Nekat Saat Manggung di Hari Nelayan Palangpang Ciemas, Tantri Kotak: Agak Syok Tapi Aman

​”Harapannya ke depan mudah-mudahan saya dan suami bisa lebih baik lagi, rukun kembali. Saya tidak melaporkan kejadian ini, kami ingin menyelesaikannya secara kekeluargaan karena tahu kondisi itu terjadi di luar kesadarannya,” pungkasnya. (dmy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *