SUKABUMISATU.com – Pagi itu, suasana di lorong Ruang Operasi UOBK RSUD Sekarwangi terasa sedikit berbeda dari biasanya. Langkah kaki para pejabat Pemkab Sukabumi menyusuri koridor, menyapa senyum simpul sejumlah warga yang tengah bersiap menerima pelayanan kontrasepsi mantap (Kontap), Minggu (11/10/2026).
Di antara deretan dokter dan tenaga medis yang sigap, tampak Bupati Sukabumi H. Asep Japar hadir secara langsung. Bukan sekadar peninjauan resmi, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini membawa pesan kehangatan dan dukungan moral bagi masyarakat yang mantap melangkah dalam program Keluarga Berencana (KB).
H. Asep Japar mengamati dengan saksama jalannya pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi dan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Ia tak segan menyapa serta memastikan kenyamanan para peserta. Bagi sebagian orang, pilihan medis ini membutuhkan pertimbangan matang bersama pasangan, dan Pemkab hadir untuk memastikan proses itu berjalan penuh rasa aman.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kenyamanan Warga
Kehadiran Bupati didampingi oleh barisan pejabat daerah, mulai dari Sekda Ade Suryaman, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Direktur Utama RSUD Sekarwangi, hingga Sekretaris Dinas Kesehatan.
Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti komitmen bahwa pelayanan KB tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kolaborasi erat demi kesejahteraan keluarga di Sukabumi.
“Monitoring ini bukan sekadar mengecek fasilitas, tapi memastikan bahwa pelayanan keluarga berencana terintegrasi dengan layanan kesehatan yang humanis dan mengutamakan keselamatan,” tegas Asep Japar di sela-sela peninjauan.
Keputusan Sadar dan Layanan yang Menentramkan
Pelayanan Kontap MOW dan MOP merupakan langkah medis matang bagi pasangan suami istri yang telah mempertimbangkan masa depan keluarga mereka. Oleh karena itu, Pemkab Sukabumi menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan persetujuan yang didasari atas kesadaran penuh (informed consent).
Para nakes di RSUD Sekarwangi pun memberikan pendampingan yang ramah sejak tahap konsultasi awal hingga pasca-tindakan. Sentuhan humanis ini diharapkan membuat warga merasa tenang tanpa beban.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap koordinasi antar-perangkat daerah dan fasilitas kesehatan terus semakin solid. Pelayanan kesehatan yang responsif, terintegrasi, dan penuh empati akan terus dihadirkan demi mewujudkan keluarga Sukabumi yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.












