Senin,2 Maret 2026
Pukul: 22:07 WIB

Dorong Pengawasan Publik, Karang Taruna Jampangkulon Sebar Kuesioner Kepuasan Program MB

Dorong Pengawasan Publik, Karang Taruna Jampangkulon Sebar Kuesioner Kepuasan Program MB

Sabtu, 28 Februari 2026
/ Pukul: 22:45 WIB
Sabtu, 28 Februari 2026
Pukul 22:45 WIB
Menu untuk tiga hari dari salah satu dapur MBG yang ada di Jampangkulon
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMIKarang Taruna Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mengambil inisiasi untuk mendorong pengawasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Mereka menyebarkan kuesioner kepuasan penerima manfaat MBG sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah tersebut di lapangan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Jampangkulon, Muhammad Iqbal, mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan program MBG benar-benar diterima dengan layak oleh sasaran utama, mulai dari anak PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ia menegaskan, meski program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka stunting, anggaran yang digunakan tetap bersumber dari pajak rakyat sehingga pengawasan publik menjadi penting.

Baca Juga  Terdampak Gempa 4.0, Ruang Kelas SDN Gunung Biru di Simpenan Sukabumi Roboh

“Program MBG ini bagus secara tujuan, tapi karena dananya dari rakyat, kami merasa berkewajiban ikut mengawasi. Kami ingin memastikan makanan yang diterima anak-anak benar-benar layak, bergizi, dan sesuai SOP yang sudah ditetapkan pemerintah,” ujar Iqbal, Sabtu (28/02/2026).

Iqbal menyebut, kuesioner disebarkan kepada penerima manfaat di wilayah Kecamatan Jampangkulon untuk menggali informasi soal dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kualitas pelayanan, hingga standar kebersihan dan gizi makanan yang disajikan.

Menurutnya, upaya ini juga menjadi langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan anggaran MBG, yang diketahui mendapat dukungan dari realokasi anggaran sektor lain, termasuk pendidikan.

Baca Juga  Soal Rencana Investasi Sapi Perah, Bupati Marwan Terima Audiensi PT Bunnakan Kertaangsana

“Kami ingin meminimalisir potensi penyimpangan. Pengawasan dari warga adalah benteng awal agar program ini berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Pengurus Karang Taruna Desa Cikarang, Kecamatan Jampangkulon, Asep Husna, menambahkan bahwa kuesioner dirancang sederhana agar mudah diisi oleh penerima manfaat maupun pihak sekolah dan lembaga.

Pertanyaan mencakup pengetahuan penerima tentang dapur SPPG yang menyalurkan MBG, kepuasan terhadap pelayanan, rasa dan porsi makanan, hingga kebersihan serta keseimbangan gizi menu.

“Kami ingin tahu langsung dari penerima manfaat. Apakah makanannya enak, porsinya cukup, terlihat bersih, dan menunya bergizi seimbang. Kami juga menanyakan apakah program ini membuat anak lebih semangat belajar dan membantu meringankan beban orang tua,” kata Asep.

Baca Juga  Pemenang Tender Diduga Sudah Ditunjuk, FPP Soroti Pengadaan Antropometri Rp 28 miliar di Dinkes Kabupaten Sukabumi

Hasil kuesioner tersebut, lanjut Asep, akan dihimpun dan dijadikan bahan evaluasi internal Karang Taruna. Temuan-temuan di lapangan rencananya akan disampaikan kepada pihak terkait sebagai masukan perbaikan pelaksanaan program MBG di Jampangkulon.

Bagi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Jampankulon yang ingin berpartisipasi di kuesioner ini, anda dapat klik tautan ini (link kuesioner).

Karang Taruna Kecamatan Jampangkulon berharap langkah ini dapat memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan program publik. Selain memastikan manfaat program dirasakan langsung oleh penerima, pengawasan partisipatif dinilai penting agar tujuan besar MBG, yakni peningkatan kualitas gizi dan SDM, benar-benar tercapai di tingkat akar rumput.

Related Posts

Add New Playlist