SUKABUMISATU.com — Pendekatan persuasif dan humanis yang terus dibangun oleh prajurit Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala Kostrad yang bermarkas di Cikembar, Kabupaten Sukabumi, kembali membuahkan hasil manis di medan tugas.
Seorang tokoh adat di perbatasan negara secara sukarela menyerahkan 1 (satu) pucuk senjata api rakitan aktif jenis Bowman kepada personel Satgas Pamtas. Penyerahan tersebut berlangsung di Desa Bekuan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Pendekatan Humanis Berbuah Kepercayaan Warga
Senjata api rakitan tersebut diserahkan oleh tokoh adat berinisial AS dan diterima langsung oleh Wadansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Kapten Arm Yudhanto Agung Setyawan, S.T.Han., M.I.P.
Kapten Yudhanto menyampaikan bahwa kesadaran warga tumbuh berkat komunikasi sosial (komsos) serta edukasi berkala yang dilakukan jajarannya mengenai aturan hukum dan potensi bahaya kepemilikan senjata ilegal.
”Kepemilikan senjata api tanpa perizinan resmi tentu melanggar ketentuan hukum dan berisiko tinggi membahayakan keselamatan warga sekitar. Melalui penjelasan yang edukatif dan persuasif, pemahaman ini dapat diterima dengan sangat baik oleh tokoh adat setempat hingga beliau tergerak menyerahkannya secara sukarela demi ketertiban wilayah,” ujar Kapten Arm Yudhanto.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kunci Stabilitas Tapal Batas
Aksi kooperatif tokoh adat tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M.
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan negara tidak hanya mengandalkan pendekatan fisik atau patroli semata, melainkan hubungan emosional yang erat antara prajurit TNI dan masyarakat lokal.
Kedekatan Emosional: Menjadi pondasi utama dalam menciptakan rasa aman bersama di wilayah terluar Indonesia.
Edukasi Berkelanjutan: Meningkatkan pemahaman hukum warga perbatasan secara bertahap dan harmonis.
Komitmen Komunikasi Sosial: Satgas Yonarmed 13/Nanggala berkomitmen untuk terus menggencarkan Komsos di seluruh desa binaan demi menjaga stabilitas dan kedamaian di garis batas negara. (Suhendi Soex)
