Menatap Ciraden yang Mengering: Cara Sunyi PMI Kabupaten Sukabumi Merawat Asa di Usia ke-81

Kegiatan bersih-bersih sungai Ciraden Cisaat dalam rangka HUT PMI ke 81. Kamis, (17/9/26).

SUKABUMISATU.com, Cisaat – Terik matahari di kawasan Kompleks Alun-alun Cisaat siang itu terasa makin menyengat. Di dasar Sungai Ciraden yang kian merana akibat kemarau panjang, tak ada dentum musik pesta atau gelak tawa perayaan. Yang ada hanyalah derak langkah sepatu boots, kepulan debu tipis, dan napas-napas terengah dari belasan relawan yang sibuk memunguti sampah.

​Kamis, 17 September 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi genap berusia 81 tahun. Namun, alih-alih merayakannya dengan seremonial megah atau pemotongan tumpeng di dalam ruangan ber-AC, organisasi kemanusiaan ini justru memilih turun ke dasar sungai, memungut sisa-sisa kelalaian manusia.

​Sebanyak 15 karung sampah berhasil diangkat dari badan sungai yang kering. Di sana, sekat-sekat antarlembaga melebur. Baju merah khas Korps Sukarelawan (KSR) PMI membaur erat dengan seragam hijau tiga petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta kaus lusuh sepuluh warga lokal yang tak tega melihat sungainya merana.

Baca Juga  Soroti Higienitas, SPPG Cibadak 2 Ingatkan Pentingnya Lingkungan Sehat Lewat Aksi Korve

​Mengalirkan Napas Kemanusiaan di Tanah yang Dahaga

​Bagi PMI Kabupaten Sukabumi, kemanusiaan tak pernah sebatas jargon. Di balik aksi membungkuk memungut sampah hari itu, ada jejak panjang perjuangan para relawan yang saban hari menembus pelosok desa.

​Musim kemarau yang mencengkeram wilayah Sukabumi beberapa bulan terakhir telah memaksa ribuan warga menjerit kekurangan air. Dalam catatan PMI, sedikitnya 13 kecamatan telah mereka sambangi demi menyalurkan puluhan ribu liter air bersih. Truk-truk tangki berwarna merah-putih itu menjadi oase yang paling dinantikan warga saat sumur-sumur mereka tak lagi memercikkan air.

​Tak berhenti di situ, di sudut-sudut unit donor darah, pahlawan sunyi lainnya terus bergantian mendonorkan darahnya. Setiap kantong darah yang terkumpul menjadi napas sambungan bagi para penderita Thalasemia dan pasien kritis di pelbagai rumah sakit se-Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga  Diikuti Ratusan Peserta, Marwan Hamami Buka Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2023

​“Kita berkolaborasi bersama dinas terkait dan masyarakat untuk bersihkan Sungai Ciraden sebagai bagian dari sosialisasi terhadap cinta lingkungan,” tutur Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, Hondo Suwito, di sela-sela kegiatan.

​Merawat Bumi, Menjaga Sesama

​Hondo menegaskan, menjaga lingkungan sejatinya adalah bagian paling dasar dari mitigasi bencana. Ketika sungai bersih dan pepohonan rimbun tertanam, bumi akan menjaga manusia kembali dari ancaman bencana.

​Mengusung tema “Peduli Bergerak Bersama”, ulang tahun kali ini menjadi pengingat keras bahwa tugas kemanusiaan tak bisa dipikul sendirian. Perlu ada jemari masyarakat yang mau ikut mengait, dan kepedulian bersama yang terus dirawat.

​“Semoga masyarakat juga ikut sadar terhadap lingkungan sekitar dan mau peduli untuk bergerak bersama PMI,” kata Hondo penuh harap.

​Di penghujung hari, saat 15 karung sampah diangkut menuju tempat pembuangan, Sungai Ciraden tampak sedikit lebih bernapas. PMI Kabupaten Sukabumi telah membuktikan bahwa cara terbaik merayakan usia panjang bukanlah dengan pesta, melainkan dengan terus memberi manfaat—meski harus berpeluh di dasar sungai yang mengering.

Baca Juga  Omesh dan Asep Japar, Berdampingan di Pilkada Sukabumi

Reporter: Suhendi Soex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *