DWP Dinas PU Kabupaten Sukabumi Bergerak! Kepedulian Mengalir untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya

DWP Dinas PU Kabupaten Sukabumi saat mengunjungi Kasepuhan Cipta Mulya yang mengalami Kebakaran.

SUKABUMISATU.com – Musibah kebakaran yang melanda warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mengetuk kepedulian berbagai pihak. (07/08/2026).

Kali ini, keluarga besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi turun langsung menunjukkan solidaritas dan kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat musibah tersebut.

Kehadiran rombongan DWP Dinas PU menjadi bukti bahwa kepedulian bukan hanya sekadar ucapan. Di tengah kondisi warga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascakebakaran, dukungan moral dan perhatian menjadi kekuatan tersendiri.

Dari jajaran Dinas PU Kabupaten Sukabumi hadir Sekretaris Dinas (Sekdis) PU Agus Hermawan, ST., M.Si. Sementara dari DWP Dinas PU dipimpin oleh Ketua DWP, Dra. Ati Nurhayati, M.Pd.

Mengusung semangat “Peduli Bencana”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa kemanusiaan dan gotong royong. Bagi warga terdampak, kehadiran langsung dari berbagai unsur tentu memiliki arti besar di tengah perjuangan untuk kembali bangkit.

Baca Juga  Pascakebakaran Ciptamulya, Tenaga Medis RSUD Sekarwangi Datangi Warga dan Buka Layanan Kesehatan

Sekdis PU: Jangan Biarkan Warga Berjuang Sendirian

Sekdis Dinas PU Kabupaten Sukabumi Agus Hermawan, ST., M.Si. menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah merupakan tanggung jawab bersama.

“Ketika masyarakat sedang tertimpa musibah, yang dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kehadiran dan kepedulian. Kami ingin warga Kasepuhan Ciptamulya tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat agar masyarakat bisa bangkit kembali,” ujar Agus.

Menurutnya, musibah kebakaran yang terjadi bukan hanya meninggalkan kerugian secara materi, tetapi juga menyisakan duka bagi warga. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus dijaga agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

“Semoga kepedulian ini bisa menjadi penyemangat bagi warga. Kami berharap masyarakat diberikan kekuatan dan proses pemulihan dapat berjalan lancar. Yang paling penting, semangat gotong royong jangan sampai berhenti,” tambahnya.

DWP Dinas PU: Kepedulian Harus Sampai ke Tengah Masyarakat

Sementara itu, Ketua DWP Dinas PU Kabupaten Sukabumi Dra. Ati Nurhayati, M.Pd., melalui kegiatan tersebut menunjukkan bahwa organisasi perempuan di lingkungan Dinas PU juga memiliki perhatian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Baca Juga  Pengerasan Jalan Baru Kalibunder - Sagaranten Pasca Bencana, UPTD PU : Warga Sudah Bisa Lewat

Kunjungan ke Kasepuhan Ciptamulya bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dukungan.

Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat adat di wilayah Desa Sirnaresmi. Musibah kebakaran yang menimpa warga menjadi duka bersama yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Di tengah situasi tersebut, semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan. Pemerintah, organisasi, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya bergerak bersama untuk memberikan perhatian kepada para korban.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Pesan Kemanusiaan

Ada pesan kuat yang ingin disampaikan melalui aksi sosial tersebut: ketika musibah datang, kepedulian harus hadir.

Bantuan mungkin memiliki batas, tetapi perhatian, dukungan moral, dan semangat kebersamaan dapat menjadi energi bagi warga untuk kembali menata kehidupan.

Baca Juga  Dinas Pekerjaan Umum PU Kabupaten Sukabumi Mengucapkan: Selamat Hari Bhayangkara yang ke-77

Kepedulian DWP Dinas PU Kabupaten Sukabumi diharapkan menjadi pemantik bagi berbagai pihak lainnya untuk terus membantu warga terdampak kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya.

Sebab, di balik musibah yang menyisakan luka, selalu ada harapan yang bisa dibangun bersama. Gotong royong bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *