Misteri Kematian Janggal Profesor Penjinak Petir di Sukabumi Terungkap: Dibunuh ART Demi Kuras Uang Rp200 Juta

Penemuan jasad Profesor Doktor Ronald P. Pallangan dirumahnya dan Pelaku pembunuhan yang berhasil ditangkap petugas kepolisian. Sabtu, (04/10/26).

SUKABUMISATU.com, Cibadak – Misteri kematian janggal seorang pria lanjut usia yang ditemukan membusuk di tempat tidurnya di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap terang benderang. Pria tersebut ternyata menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Asisten Rumah Tangga (ART) pribadinya sendiri.

Korban diketahui bernama Petrus Pallangan (74), yang di dunia riset dan akademisi internasional lebih dikenal sebagai Profesor Doktor Ronald P. Pallangan. Almarhum bukanlah sosok sembarangan, melainkan ilmuwan kawakan yang mendedikasikan hidupnya untuk riset sains terapan dan pendidikan.

Sang putri, Devi Aprilianti, menceritakan bahwa ayahnya semasa hidup aktif mengajar hingga ke luar negeri, salah satunya di Tiongkok, serta berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari Rusia dan Jerman. Salah satu mahakarya besarnya yang diakui luas adalah riset sistem pertahanan pengaman petir (grounding system). Temuan ini mampu menekan nilai resistansi pembumian hingga menyentuh angka ekstrem 0,01\,\Omega bahkan sampai 0\,\Omega. Teknologi penjinak petir ciptaannya telah diaplikasikan pada berbagai instansi strategis seperti TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, hingga kawasan residensial Sentul.

Baca Juga  Sakit Hati! Polisi Ungkap Motif Keponakan Bunuh Paman di Cibadak Sukabumi

Namun, nasib tragis menimpa profesor senior tersebut. Karena menderita sakit dan mengalami keterbatasan fisik (susah jalan), korban mempekerjakan seorang ART pria yang sama-sama berasal dari Toraja untuk membantunya sejak bulan Mei lalu.

Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Ipda Agus Murtado mengungkapkan, penyingkapan kasus ini berawal dari laporan warga dan anak korban pada Jumat (25). Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dengan posisi terlentang rapi di tempat tidur dan diselimuti layaknya orang tidur.

“Peristiwa pembunuhan diperkirakan terjadi pada tanggal 16, dan jasad baru ditemukan tanggal 25. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, diketahui pelaku melarikan diri ke daerah Makassar,” jelas Ipda Agus Murtado saat diwawancara sukabumisatu.com Sabtu, (04/10/26).

Baca Juga  Truk Bermuatan 32 Ton Semen Tergelincir di Jalan Cibadak–Cikembar, Lalin Sempat Macet Panjang

Pelarian pelaku akhirnya terhenti pada tanggal 29 setelah tim dari Polsek Cibadak berhasil menciduknya di Makassar tanpa perlawanan.

Ipda Agus menjelaskan, aksi nekat pelaku dipicu oleh motif ekonomi karena terlilit utang di kampung halaman. Pelaku yang mengetahui korban memiliki banyak uang di tabungannya lantas melancarkan aksi keji tersebut.

“Pelaku membawa kabur kartu ATM, handphone, serta uang tunai pecahan Rupiah dan Dolar AS. Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk membayar utang. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp200 juta,” tambah Ipda Agus.

Baca Juga  Aksi Humanis Polisi Sukabumi, Beri Air Minum Gratis ke Pengemudi Terjebak Macet di Cikidang

Atas perbuatannya, polisi mengganjar pelaku dengan pasal pembunuhan serta pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku kini terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Reporter: Suhendi Soex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *