SUKABUMISATU.COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi Cabang Cikembar terus mengebut program penggantian water meter (meteran air) pelanggan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Menariknya, program pergantian fasilitas yang bermasalah ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Jumat, 10 Juli 2026
Kepala Cabang Perumdam TJM Cikembar, Herni Supriyani, menjelaskan bahwa program ini menyasar water meter yang kondisinya sudah tidak layak, seperti mati, pecah, buram, rusak, maupun hilang. Khusus untuk kasus kehilangan yang cukup marak di wilayah Cikembar beberapa bulan terakhir, pihaknya siap memberikan penggantian asalkan memenuhi persyaratan administrasi.
”Penggantian water meter ini gratis. Kalau kehilangan, konsumen bisa melapor terlebih dahulu dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Setelah itu kami usulkan untuk penggantian water meter yang baru,” ujar Herni kepada wartawan.
Herni memaparkan, pada tahun 2026 ini Cabang Cikembar mematok target penggantian sebanyak 600 unit water meter. Untuk menjaga kualitas pelayanan lainnya agar tidak terganggu, pengerjaan di lapangan dilakukan secara bertahap dengan rata-rata 50 unit per bulan.
”Target kita 2026 itu 600 water meter. Jadi per bulan sekitar 50 unit, supaya tetap seimbang dengan pekerjaan lain di lapangan,” jelasnya.
Prioritaskan Laporan Kehilangan dan Tertimbun Bangunan
Mekanisme penggantian sendiri dilakukan melalui dua cara, yakni berdasarkan laporan langsung dari pelanggan dan hasil pengecekan internal melalui sistem billing. Water meter yang hilang atau mati total menjadi prioritas utama penanganan. Pasalnya, kondisi ini sangat berpotensi menyebabkan ketidakakuratan pencatatan pemakaian air.
Selain masalah kehilangan, petugas di lapangan kerap menemui kendala teknis saat melakukan pembacaan rutin. Banyak water meter pelanggan yang posisinya sulit dijangkau karena tertimbun atau terhalang renovasi bangunan.
Terkait hal ini, Herni mengimbau kesadaran masyarakat. “Kami juga minta kerja sama pelanggan, terutama yang water meter-nya tertutup bangunan, agar dipindahkan ke bagian depan supaya mudah dibaca setiap bulan,” pintanya.
Akurasi Tagihan dan Pendapatan Perusahaan
Lebih lanjut, penggantian meteran air ini dinilai memberikan manfaat langsung kepada kedua belah pihak. Bagi pelanggan, tagihan air setiap bulan akan murni berdasarkan pemakaian riil, bukan lagi sekadar angka estimasi atau perhitungan rata-rata akibat water meter mati. Sementara bagi perusahaan, langkah ini efektif untuk menekan angka kehilangan air (Non-Revenue Water) sekaligus menstabilkan pendapatan.
”Kalau water meter mati, pemakaian sering dirata-ratakan. Setelah diganti, pemakaian tercatat sesuai kondisi sebenarnya. Ini juga membantu peningkatan pendapatan perusahaan,” ungkap Herni.
Di akhir keterangannya, Herni mewanti-wanti pelanggan agar tidak membiarkan meteran airnya rusak. Ke depannya, ia berharap seluruh instalasi water meter yang sudah berusia di atas lima tahun dan bermasalah dapat diremajakan seluruhnya.
”Jangan puas kalau pemakaian terlihat kecil karena water meter mati. Kalau ada masalah, silakan datang ke kantor cabang Cikembar, nanti akan dijelaskan oleh petugas. Kami mohon kerja sama konsumen untuk melapor, supaya bisa kami prioritaskan dan ditangani satu per satu,” pungkasnya.












