SUKABUMISATU.com – Warga Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendadak geger. Kasus dugaan asusila yang melibatkan seorang mantan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan seorang pedagang ikan mas keliling kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kasus yang diduga kuat melibatkan anak di bawah umur ini pun sudah resmi menggelinding ke ranah hukum. Rabu, (10/6/2026).
Berdasarkan penelusuran tim investigasi SukabumiSatu.com di lapangan, korban yang baru duduk di bangku kelas XI ini diketahui tengah mengandung. Kondisi kehamilan korban yang terungkap secara tiba-tiba langsung memicu bakaran amarah sekaligus keprihatinan mendalam dari pihak keluarga.
Tak butuh waktu lama, pihak keluarga korban langsung mengambil langkah tegas dengan melaporkan peristiwa kelam ini ke aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pihak Sekolah Buka Suara: “Sudah Bukan Peserta Didik Kami”
Dampak dari peristiwa ini pun langsung memengaruhi status pendidikan sang korban. Kepala sekolah tempat korban dulunya menimba ilmu membenarkan bahwa remaja perempuan tersebut saat ini sudah tidak lagi menjadi bagian dari sekolahnya.
”Benar, yang bersangkutan sudah keluar dari sekolah dan kami telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala Sekolah saat dikonfirmasi oleh SukabumiSatu.com.
Meski demikian, pihak sekolah enggan membeberkan lebih jauh mengenai detail penanganan psikologis maupun waktu pasti keluarnya siswi tersebut, demi menjaga privasi dan mematuhi koridor hukum yang sedang berjalan.
Siapa Sosok Pedagang Ikan Mas Keliling Tersebut?
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari desas-desus warga sekitar, pelaku utama yang dituding bertanggung jawab atas kehamilan korban adalah seorang pria paruh baya yang sehari-harinya mengais rezeki di wilayah Surade.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan kepada tim SukabumiSatu.com bahwa pria tersebut bukanlah warga asli Surade, melainkan warga kecamatan tetangga.
”Memang sering jualan ikan mas ke daerah sini secara keliling. Setahu saya dia orang Kecamatan Cibitung,” ungkap warga tersebut.
Modus operandi dan kedekatan antara terduga pelaku dengan korban hingga kini masih menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, warga hanya mengetahui kabar ini setelah kasusnya meledak dan dilaporkan ke polisi.
Terduga Pelaku Dikabarkan Sudah Diamankan, Warga Desak Transparansi
Aparat penegak hukum bergerak cepat merespons keresahan masyarakat. Menurut informasi yang beredar di ring internal kewilayahan, pria terduga pelaku asal Cibitung tersebut kabarnya telah diamankan oleh pihak kepolisian guna menjalani pemeriksaan intensif.
Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Sukabumi maupun Polsek setempat terkait status hukum pria tersebut, apakah sudah ditetapkan sebagai tersangka atau masih saksi terlapor.
Kasus ini memicu gelombang respons dari masyarakat Surade. Warga mendesak agar polisi bertindak tegas tanpa pandang bulu, mengingat korban masih di bawah umur dan masa depannya telah direnggut.
”Kami hanya berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan mengedepankan perlindungan terhadap korban. Jangan sampai kasus seperti ini menguap begitu saja,” cetus tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat kini menanti kejelasan hasil proses hukum dari Korps Bhayangkara. Kepastian hukum sangat dinanti demi mengungkap fakta sebenarnya sekaligus meredam spekulasi liar yang kian berhembus kencang di Sukabumi Selatan.
Reporter: Maulana Yusuf












