SUKABUMISATU.COM, KOTA SUKABUMI – Gelora semangat juang menyelimuti kawasan Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Kamis (30/04/2026). Ribuan pelajar SMA/SMK sederajat se-Kota dan Kabupaten Sukabumi memadati area kompetisi dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Siswa (Porismas).
Ajang yang diinisiasi oleh Siswa Sekolah Pembentukan Perwira (SIP) Angkatan 55 Resimen Desaka Dhira Pradipha ini bukan sekadar mengejar trofi. Lebih dari itu, Porismas menjadi panggung utama untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan antar-pelajar.
Dari sekian banyak cabang olahraga yang dipertandingkan, seperti Bulu Tangkis dan Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), cabang Bola Voli sukses menjadi magnet utama perhatian penonton.
Kejutan dari Purabaya: MAN 4 Sukabumi Tampil Dramatis
Salah satu momen paling menyedot perhatian adalah perjuangan tim putra MAN 4 Kabupaten Sukabumi. Meski berasal dari wilayah Purabaya dengan persiapan yang dilakukan secara mandiri, Agung dan kawan-kawan berhasil menunjukkan taringnya.
Mereka sukses menumbangkan tim kuat MA Al-Basri Kalapanunggal dengan skor tipis 2-1 di babak delapan besar. Kemenangan ini terasa emosional mengingat keterbatasan fasilitas latihan mereka.
”Kami latihan setiap hari, bahkan secara mandiri jika pembina berhalangan. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras tim,” ujar Agung (18) kepada awak media usai laga.
Mental Juara MAN 1 Kabupaten Sukabumi
Di sisi lain, MAN 1 Kabupaten Sukabumi tetap menunjukkan kelasnya sebagai juara bertahan. Tim asuhan Yopi Hermawan ini melaju mulus ke semifinal setelah menang telak 2-0 atas SMAN 1 Ciemas.
Yopi menegaskan, kunci keberhasilan timnya adalah pembinaan yang matang sejak tahun 2016. Namun bagi Yopi, gelar juara bukanlah segalanya.
”Selain mengejar juara, integritas pemain di lapangan adalah prioritas utama dalam setiap pembinaan yang saya lakukan,” tegas Yopi.
Pesan Ketua Panitia: Menang dengan Kehormatan
Ketua Panitia Porismas Seksi Bola Voli, Siswa Joko Nuasa Sembiring, S.H., dari Setukpa Lemdiklat Polri SIP Angkatan 55, memberikan apresiasi tinggi terhadap atmosfer pertandingan yang kondusif.
Joko menekankan bahwa Porismas adalah wadah pembentukan karakter bagi calon pemimpin masa depan. Berikut adalah poin-poin utama yang ditekankan panitia:
Jiwa Sportivitas: Menanamkan bahwa kemenangan tanpa kehormatan adalah hampa.
Karakter Unggul: Kekalahan dengan martabat adalah pelajaran berharga bagi mental siswa.
Respek: Budaya berjabat tangan setelah peluit akhir adalah cerminan kemenangan sejati.
”Saya bangga melihat para siswa saling berjabat tangan erat setelah peluit akhir berbunyi. Itulah kemenangan sejati. Porismas adalah wadah pembinaan karakter, di mana disiplin dan respek menjadi fondasi utama,” pungkas Joko.
Ajang Porismas tahun ini kembali membuktikan diri sebagai tolok ukur kesuksesan pembinaan olahraga sekolah di Sukabumi, sekaligus pengingat pentingnya azas fair play dalam berkompetisi.
Reporter: RN
Editor: Demi Pratama Adiputra







