News  

Camat Cibadak Pastikan Pelayanan Publik Tetap Gaspol Meski Ada WFH

Camat Cibadak Mulyadi saat membersihkan lingkungan Kantor Kecamatan. Jumat, (10/04/2026).

SUKABUMISATU.COM, CIBADAK — Camat Cibadak, Mulyadi, menegaskan bahwa pemberlakuan sistem kerja Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kecamatan Cibadak tidak akan menghambat urusan masyarakat. Hal itu ia ungkapkan saat ditemui di kantornya, Jumat, (10/04/2026)

​Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diteruskan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengenai penyesuaian pola kerja pegawai.

​”Di Kabupaten Sukabumi saat ini berlaku WFH dan WFO. Untuk di Kecamatan Cibadak sendiri, kami sudah mulai menerapkannya sejak 1 April lalu,” ujar Mulyadi kepada sukabumisatu.com

​Meskipun sebagian pegawai menjalankan tugas dari rumah, Mulyadi menjamin loket pelayanan di kantor kecamatan tetap dibuka seperti biasa. Ia bersama Sekretaris Kecamatan (Sekmat), para Kasubag, dan staf teknis lainnya tetap bersiaga di kantor untuk memantau kelancaran administrasi.

Baca Juga  Gaspol Program RTLH, Camat Cibadak Bangun Rumah ke-22 Lewat Skema 'Lelang Kebaikan'

Poin Utama Pelayanan di Kecamatan Cibadak:

Layanan Adminduk: Pengurusan KTP, KK, dan surat keterangan lainnya tetap berjalan normal tanpa hambatan.

Jadwal WFH Terbatas: Penerapan WFH hanya dilakukan secara terbatas pada hari Jumat, bukan setiap hari.

Pembagian Tugas: Sistem piket diatur secara terstruktur agar tidak ada kekosongan fungsi di setiap lini pelayanan.

​Mulyadi tidak menampik jika masih ada warga yang bingung dengan istilah WFH dan WFO. Namun, ia menekankan bahwa perbedaan sistem kerja tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan sedikit pun.

Baca Juga  Bina Wilayah Jadi Momentum Evaluasi Kinerja Kader PKK di Kecamatan Caringin

​”Intinya, pelayanan kecamatan tetap berjalan, tidak ada libur. Masyarakat tidak perlu khawatir atau ragu untuk datang mengurus keperluan administrasi,” tegasnya.

Fokus Kebersihan Kantor

​Tak hanya soal administrasi, momentum penyesuaian kerja ini juga dimanfaatkan Mulyadi untuk membenahi internal kantor. Ia mengajak jajarannya untuk lebih peduli terhadap estetika dan kebersihan lingkungan kerja.

​”Kami juga fokus pada kebersihan dan penataan kantor. Lingkungan yang bersih tentu akan membuat pegawai lebih semangat dan masyarakat yang datang juga merasa lebih nyaman,” pungkasnya.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *