Tragis, Petani di Pabuaran Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu, Kondisinya Mulai Membusuk

Penemuan mayat di Kecamatan Pabuaran.

SUKABUMISATU.com – Seorang petani lanjut usia berinisial S (75) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sebuah kebun bambu, Kampung Lebakmuncang RT 002/02, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Senin (23/03/2026).

​Jasad korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi tertimpa pohon bambu dan sudah mulai membusuk.

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, Yogi, mengungkapkan bahwa penemuan ini bermula dari kecurigaan warga bernama Ruslan (47). Saksi merasa janggal karena lampu di rumah korban terlihat padam sejak Sabtu malam.

​”Saksi berniat silaturahmi sekaligus mengecek keadaan korban. Namun saat tiba di rumah, korban tidak ada. Saksi kemudian mencari ke ladang dan menemukan korban sudah meninggal dunia tertimpa pohon bambu,” ujar Yogi kepada sukabumisatu.com.

Baca Juga  Mayat Nelayan Indramayu Ditemukan di Pantai Kalaju Surade, Polisi Duga Korban Laka Laut

Diduga Meninggal Tiga Hari Lalu

​Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, kondisi jasad korban sudah dipenuhi belatung. Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari yang lalu saat sedang menebang pohon bambu tersebut.

​”Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas dan kepolisian tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Murni kecelakaan kerja, korban tertimpa pohon bambu yang ditebangnya sendiri,” tambah Yogi.

Hidup Sebatang Kara

​Diketahui, korban selama ini tinggal seorang diri di rumahnya. Istrinya telah lama meninggal dunia, sementara anak-anaknya berada di luar kota. Kondisi inilah yang membuat keberadaan korban tidak langsung diketahui saat kecelakaan terjadi.

Baca Juga  Geger! Sesosok Mayat Terdampar di Pantai Minajaya Sukabumi

​Pihak keluarga yang tiba di lokasi menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

​”Keluarga sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Rencananya jenazah akan langsung dimakamkan di pemakaman keluarga yang tidak jauh dari rumah duka,” pungkasnya.

​Dalam proses evakuasi dan asesmen, sejumlah pihak turut hadir di lokasi, di antaranya jajaran Pospol Pabuaran, Pol PP, pihak Puskesmas Pabuaran, serta perangkat Desa Pabuaran.

Reporter: Aris

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *