Atap Rumah Ambruk, Ibu dan Anak di Bojonggenteng Bertahan di Rumah Bilik Beralaskan Tanah

Kondisi rumah milik Sutinah warga Bojonggenteng setelah pohon besar menimpa belakang bagian rumahnya. Selasa, (7/10/25).

SUKABUMISATU.com – Nasib malang menimpa Sutinah (27), warga Kampung Parigi RT 18/05, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Rumah sederhana berdinding bambu bilik dan beralaskan tanah yang telah ia tempati selama sepuluh tahun kini rusak parah setelah tertimpa pohon besar akibat hujan badai pada Selasa (7/10/2025).

Bagian kayu penyangga atap patah, dan sebagian rumah kini tanpa atap, membuat air hujan langsung masuk ke dalam rumah.

Lebih memilukan lagi, rumah itu tidak memiliki sumber air—Sutinah harus menumpang ke rumah tetangga untuk sekadar mengambil air bersih.

Baca Juga  Atap Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan Deras di Nagrak, Pemilik Selamat dari Reruntuhan

 

“Saya lagi di dapur, hujan deras disertai petir dan angin besar. Tiba-tiba ada suara keras dari atap, ternyata pohon menimpa rumah,” tutur Sutinah dengan nada sedih.

 

Saat kejadian, Sutinah hanya berdua dengan anak semata wayangnya. Ia lari terbirit-birit ke rumah tetangga sambil menggendong sang anak, takut tertimpa reruntuhan atap. “Saya cuma sempat peluk anak dan lari. Sekarang atapnya bolong, kayunya pada patah,” ucapnya lirih.

Suaminya yang bekerja sebagai kuli kasar di Jakarta belum bisa pulang membantu memperbaiki rumah. Kini, Sutinah dan anaknya mengungsi sementara di rumah kerabat karena rumahnya tak lagi aman dihuni.

Baca Juga  Angin Kencang dan Hujan Es Landa Sukabumi, Warga Bojonggenteng Mengungsi

Hujan es yang turun bersamaan dengan badai memperparah kerusakan. Genteng-genteng lama yang rapuh pecah diterjang butiran es, membuat sebagian bilik bambu ikut lapuk terendam air.

“Belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Dulu pernah disurvei, tapi belum ada kabar lagi,” tambahnya pelan.

Warga sekitar berharap pemerintah segera turun tangan membantu Sutinah. Rumah bilik kecil itu kini tak hanya tak layak huni, tapi juga tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan dan dingin malam.

Reporter: Suhendi Soex 

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *