SUKABUMISATU.com – Ketua Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sukabumi yang juga pengurus HIPMI Jawa Barat, Faizal Akbar Awaludin, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang berencana menarik dana pemerintah di Bank Indonesia sebesar Rp200 triliun.
Faizal menegaskan, kebijakan tersebut akan sangat bermanfaat jika diarahkan ke sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ya sepakat dan kami sangat mendorong ini bisa segera terealisasi. Jika dana ini benar-benar mengalir ke sektor riil, UMKM akan kembali bergeliat, perputaran uang meningkat, dan perekonomian nasional bisa tumbuh lebih kuat,” ujarnya kepada wartawan. Minggu, (14/9/2025).
Dukungan tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari. Sebelumnya, Akbar menilai rencana Kementerian Keuangan itu harus benar-benar diarahkan untuk mendukung UMKM, bukan sekadar ditempatkan di instrumen keuangan.
“Kalau hanya berputar di instrumen keuangan, kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan pada sektor riil. Sama saja bohong dengan semangat yang dibawa Menteri Keuangan,” tegas Akbar.
Menurutnya, UMKM yang menyumbang lebih dari 50 persen Produk Domestik Bruto (PDB) sekaligus menyerap mayoritas tenaga kerja, harus mendapatkan perhatian serius. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen masih bisa ditingkatkan jika daya beli masyarakat dijaga.
Akbar juga menyarankan beberapa langkah tambahan, seperti penghapusan status kredit macet UMKM dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tanpa menghapus kewajiban utang, relaksasi kebijakan pajak, hingga perpanjangan PPh final 0,5 persen bagi UMKM.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.
“Pak Presiden merespons cepat dinamika sosial ekonomi dengan melakukan perombakan kabinet. Saya yakin Menkeu Purbaya bisa menghadirkan kebijakan yang lebih terukur dan berpihak pada pelaku usaha, terutama UMKM,” tutup Akbar.
(Redaksi)







