SUKABUMISATU.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai menunjukkan arah politik yang lebih strategis menjelang Pemilu 2029. Teranyar, partai yang baru saja mengganti logo dari bunga mawar menjadi gajah ini resmi menggaet tokoh lokal Sukabumi, Ki Umbara alias KDM KW, sebagai kader sekaligus pengurus DPD PSI Kabupaten Sukabumi.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi PSI dalam memperkuat akar rumput dan jaringan politik di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi yang selama ini dikenal sebagai wilayah yang kompetitif secara elektoral.
KDM KW mengonfirmasi keikutsertaannya dalam Kongres PSI yang berlangsung di Surakarta, Sabtu (19/7/2025), dan menyatakan telah resmi menjadi kader partai. “Saya sudah menjadi anggota PSI. Bahkan sempat ditawari posisi di tingkat provinsi, tapi saya memilih untuk berjuang dari bawah, dari Kabupaten Sukabumi,” kata KDM KW kepada SUKABUMISATU.com, Minggu (20/7/2025).
Lebih dari sekadar simbolis, kehadiran KDM KW juga menarik perhatian mantan Presiden RI Joko Widodo, yang disebut-sebut memiliki kedekatan politik dengan PSI. KDM bahkan mengaku sempat berbincang langsung dengan Jokowi.
“Pak Jokowi orangnya sangat hangat. Saya merasa semangat PSI di bawah Mas Kaesang bisa membawa perubahan signifikan, termasuk peluang PSI merebut kursi DPR dan DPRD pada 2029,” tambahnya.
Langkah ini dibenarkan Ketua DPD PSI Sukabumi, Dede Abdul Latif. Ia menyebut bergabungnya KDM KW memberi pengaruh positif dan menyuntikkan energi baru dalam strategi PSI menghadapi kontestasi politik lokal.
“Beliau sudah resmi menjadi pengurus DPD. Ini adalah bentuk keseriusan PSI dalam menjaring tokoh-tokoh lokal yang punya pengaruh dan kedekatan dengan masyarakat,” ujar Dede.
Terpilihnya kembali Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI juga dinilai menjadi tonggak penting dalam pembaruan arah politik PSI. Kaesang diyakini akan membawa partai ini lebih progresif, dengan dukungan penuh dari kalangan milenial hingga elite politik seperti Presiden Jokowi.
“Ini bukan hanya soal regenerasi kepemimpinan, tapi tentang reposisi kekuatan politik nasional. PSI kini serius membangun jejaring dari pusat ke daerah dengan wajah-wajah baru dan strategi yang lebih matang,” tutur Dede.
Perubahan logo dari mawar ke gajah juga mengandung simbol politik: gajah sebagai lambang kekuatan, kesetiaan, dan keteguhan. Dengan narasi baru ini, PSI tampaknya ingin menunjukkan diri sebagai kekuatan alternatif yang bukan hanya progresif, tapi juga mampu bersaing dengan partai-partai besar mapan lainnya. (Demi Pratama Adiputra)








