Senin,2 Maret 2026
Pukul: 22:34 WIB

104 KK Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah, Makan Sahur dan Buka Puasa Bergantung pada Dapur MBG

104 KK Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah, Makan Sahur dan Buka Puasa Bergantung pada Dapur MBG

Senin, 2 Maret 2026
/ Pukul: 16:27 WIB
Senin, 2 Maret 2026
Pukul 16:27 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com, BANTARGADUNG – Ratusan warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, kini harus rela meninggalkan kehangatan rumah mereka. Bencana pergerakan tanah yang dipicu cuaca ekstrem memaksa sedikitnya 104 Kepala Keluarga (KK) dengan total 324 jiwa bertahan di tenda pengungsian, Senin (02/03/2026).

​Kondisi lereng yang gundul di kawasan hulu disinyalir menjadi biang keladi cepatnya tanah bergeser saat diguyur hujan deras. Di tengah duka tersebut, pemerintah setempat bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar—mulai dari kesehatan hingga urusan perut—tetap terjaga.

Lereng Gundul dan Ancaman yang Nyata

​Camat Bantargadung, Rahmat Sarifudin, mengungkapkan bahwa hasil tinjauan lapangan bersama Forkopimcam menunjukkan fakta memprihatinkan. Selain faktor curah hujan yang tinggi, minimnya vegetasi di area perkebunan perorangan hingga batas perusahaan membuat tanah kehilangan daya ikat.

Baca Juga  Dinas PU Kabupaten Sukabumi Tangani Dampak Banjir dan Longsor di Nyalindung

​”Kami cek ke lokasi paling atas, lerengnya dalam kondisi gundul. Pohon-pohon sudah terpotong habis. Kondisi tanpa penghijauan inilah yang membuat tanah rawan bergerak saat hujan intensitas tinggi,” jelas Rahmat.

Siaga Medis di Samping Tenda

​Beruntung, lokasi pengungsian yang berada tepat di samping gedung Puskesmas Bantargadung memudahkan akses medis bagi para penyintas. Kepala Puskesmas Bantargadung, Siska Santika, menegaskan bahwa pihaknya telah menggratiskan seluruh layanan pengobatan.

​”Kami siagakan piket 24 jam. Warga bisa langsung mengakses gedung puskesmas kapan pun dibutuhkan. Karena tenda darurat menempel dengan puskesmas, pelayanan bisa lebih cepat dan optimal,” ujar Siska.

Baca Juga  Tanah Longsor Terjang Sukasirna, Empat Keluarga Terancam

​Hingga saat ini, kondisi kesehatan warga dilaporkan stabil. Belum ditemukan tren penyakit menular, kecuali satu warga yang mengalami cedera ringan akibat terjatuh saat proses evakuasi barang. Pihak puskesmas juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Sukabumi untuk menjamin ketersediaan obat-obatan.

Dapur Darurat: Solusi di Tengah Penantian Status

​Masalah krusial muncul terkait pemenuhan konsumsi, terlebih bencana ini terjadi di tengah bulan suci Ramadan. Karena pendirian dapur umum resmi masih menunggu verifikasi status darurat bencana (SK Bupati), pihak kecamatan melakukan langkah diskresi yang humanis.

Baca Juga  Bang Komeng Kunjungi Markas PMI Sukabumi, Serahkan Bantuan Untuk Penyintas Bencana Alam

​Kecamatan menggandeng Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyediakan makanan sementara bagi warga, terutama untuk keperluan sahur dan buka puasa.

​”Warga kesulitan untuk berbuka dan sahur. Sambil menunggu prosedur administrasi dapur umum dari Dinsos dan BPBD, kami upayakan kerja sama dengan dapur MBG agar kebutuhan makan warga segera terpenuhi,” tambah Rahmat.

Pemerintah desa dan kecamatan saat ini masih terus melakukan pendataan mendalam (by name by address), termasuk menginventarisasi jumlah bayi dan anak-anak agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist