Indeks

Pawai Budaya Nusantara Warnai Festival Carnaval Perumahan BCA Cidahu

Pawai Budaya Nusantara dan Festival Carnaval Perumahan BCA Cidahu. Minggu, (16/08/2026).

SUKABUMISATU.com, Cidahu — Ribuan warga memadati kawasan Perumahan BCA, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Mereka antusias menyaksikan gelaran tahunan Festival Carnaval ke-6 yang menyuguhkan beragam parade seni dan budaya Nusantara secara meriah.

​Antusiasme masyarakat dalam helatan kali ini melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penyelenggara mencatat tingkat partisipasi warga mengalami kenaikan signifikan hingga dua kali lipat.

​Ketua RW 06 Perumahan BCA, Bripka Rodiansyah, mengungkapkan bahwa kesuksesan gelaran keenam ini tidak terlepas dari semangat gotong royong warga di lingkungan RT 21 hingga RT 26.

​“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan yang keenam kalinya. Setiap tahun selalu ada peningkatan dan tahun ini peningkatannya sangat luar biasa, sekitar 100 persen,” kata Rodiansyah saat ditemui di lokasi acara, Minggu.

​Ia menjelaskan, konsep festival tahun ini secara khusus menonjolkan miniatur kebhinekaan Indonesia. Mengingat penghuni Perumahan BCA berasal dari pelbagai latar belakang suku dan daerah, panggung festival disiapkan sebagai ruang ekspresi bersama tanpa mengotak – ngotakkan identitas budaya tertentu.

​“Bukan hanya satu budaya atau budaya Sunda saja. Di sini masyarakatnya beragam, sehingga budaya Nusantara yang ada kami tampilkan. Ini menjadi bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat,” tutur Rodiansyah.

Dorong Swadaya dan Penataan Lingkungan

​Selain menjadi panggung perayaan seni tradisi, momentum perayaan ini dimanfaatkan pengurus RW untuk menggalang solidaritas warga dalam perbaikan sarana lingkungan. Rodiansyah menyebutkan pihaknya telah merancang program penataan infrastruktur pemukiman secara bertahap selama masa jabatannya di periode kedua.

​Program pembenahan jalan dan penataan lingkungan tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun melalui pembiayaan swadaya serta kerja bakti warga.

​“Target kami minimal tiga tahun dan maksimal lima tahun, selama masa jabatan periode kedua ini, program penataan lingkungan bisa selesai dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Rodiansyah.

​Dukungan terhadap helatan ini turut disampaikan Kepala Desa Pondokaso Tonggoh, Hendi, atau yang akrab disapa Openg. Menurut Hendi, festival budaya ini ampuh mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus merawat kearifan lokal Sunda di tengah pluralitas penghuni perumahan.

​Ia berharap agenda kemasyarakatan tersebut dapat terus dikembangkan menjadi komoditas pariwisata budaya daerah dengan skala pelaksanaan yang lebih luas.

​“Walaupun berbeda-beda budaya, kita tetap satu tujuan,” kata Hendi menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.

​Gelaran Festival Carnaval ke-6 ini turut dihadiri oleh jajaran Muspika Cidahu, di antaranya Kapolsek Cidahu, Camat Cidahu, tokoh adat Kasepuhan Girijaya, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Reporter: Chuba Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Exit mobile version