SUKABUMISATU.com, Parungkuda— Niat hati ingin memperkaya diri secara instan lewat gawai orang lain, seorang pencuri di Sukabumi justru mendadak alih profesi menjadi atlet renang ekstrem. Alih-alih kabur lewat jalan raya, ia dengan gagah berani (atau lebih tepatnya panik luar biasa) melompat indah ke aliran Sungai Cicatih demi menghindari “silaturahmi” hangat dengan warga.
Peristiwa menegangkan sekaligus mengundang geleng-geleng kepala ini terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Berawal dari “Tidur Siang Berhadiah”
Aksi nekat sang maling berawal ketika Rian, seorang pekerja asal Cikidang, sedang melepas penat dan beristirahat di sebuah masjid kawasan Parungkuda. Karena merasa aman di tempat ibadah, Rian pun merebahkan badan sambil mengisi daya ponsel kesayangannya, Samsung A52 senilai kurang lebih Rp4 juta.
Namun, nasib naas menghampirinya. Saat terbangun dari tidur singkatnya, Rian dibuat melongo karena ponselnya sudah raib tanpa jejak.
”Saya lagi tiduran istirahat kerja, HP lagi di-cas. Pas bangun sedikit ‘reuwas’ (kaget), tinggal kabel casannya aja, HP-nya udah enggak ada,” tutur Rian mengenangkan momen mengejutkan tersebut.
Beruntung, marbot masjid sempat melihat gerak-gerik terduga pelaku yang berbadan cukup tinggi besar dan kabur ke arah Cibadak. Bermodalkan informasi tersebut, Rian bersama warga langsung bergerak cepat melakukan pengejaran.
Aksi Konyol di Sungai Sedalam 10 Meter
Saat berhasil terdesak dan diinterogasi oleh warga di sekitar area pom bensin, sang maling yang panik langsung mengabaikan akal sehat. Tanpa pikir panjang, ia melompat menyeberangi pembatas dan terjun bebas ke tebing menuju Sungai Cicatih!
Menurut kesaksian Bang Dadi, warga Kampung Bojongsari, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, sang maling sempat beberapa kali muncul ke permukaan air sebelum akhirnya hilang tersapu arus.
”Dia sempat nongol, terus kelihatan massa banyak, dia turun lagi loncat. Terus kelihatan tangannya doang ‘ngelolop’ (tenggelam), langsung hilang,” ungkap Bang Dadi saat diwawancara sukabumisatu.com.
Bang Dadi menuturkan bahwa kedalaman Sungai Cicatih di titik tersebut tidak main-main, berkisar antara 5 hingga 10 meter. “Kalau anak-anak sini sih sering lihat jago renang terjun dari jembatan, tapi kalau aksi maling nyebur demi kabur baru kali ini lihat,” selorohnya.
Petugas Masih Menunggu “Keajaiban”
Sementara itu, Dedi selaku petugas P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana) Kecamatan Ciambar membenarkan adanya laporan insiden ekstrem ini. Pihaknya bersama tim gabungan langsung mendatangi lokasi begitu mendengar kabar ada oknum warga yang nekat berenang tanpa pelampung.
”Kami menerima laporan dari P2BK Parungkuda bahwa ada pelaku pencurian yang menceburkan diri ke Sungai Cicatih. Karena arus dan kedalaman sungai yang lumayan, hingga saat ini pencarian masih dikoordinasikan menunggu arahan lebih lanjut,” jelas Dedi di lokasi kejadian.
Pesan Redaksi: Buat warga Sukabumi dan sekitarnya, jika ingin menjajal olahraga ekstrem atau berenang gratis, mohon gunakan fasilitas resmi dan kenakan pelampung. Jangan gunakan jalur pelarian maling HP, karena selain basah kuyup dan hanyut, risiko salam olahraga dari warga jauh lebih nyata. Stay safe, stay honest!












