Indeks

Duka di Karangnaya: Wisatawan Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tiga Hari Pencarian

Evakuasi Korban Tenggelam di Pantai Karangnaya Cikakak Sukabumi. Rabu, (19/08/2026).

SUKABUMISATU.com — Pesisir Pantai Karangnaya, Desa Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam. Usaha dan doa tak henti yang dipanjatkan selama tiga hari terakhir akhirnya menemui titik terang, meski dengan kenyataan yang pahit.

​Ahmad Nadhi Fadilah (21), pemuda asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang hilang terseret ombak sejak Senin (17/8/2026) pagi saat berenang, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu (19/8/2026) sore. Pemuda yang niat mulanya hendak menikmati momen liburan saat libur Agustus di pantai Sukabumi itu ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

​Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menuturkan bahwa upaya penelusuran terus dilakukan tanpa lelah demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga yang setia menunggu di tepi pantai.

​”Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam di hari ketiga ini, sekitar pukul 17.20 WIB, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada radius sekitar 1 NM dari titik awal kejadian,” ujar Suryo dengan nada prihatin.

​Perjuangan tim di lapangan tidaklah mudah. Menyisir batas laut dan darat, puluhan personel dari berbagai unsur saling bahu-membahu menembus ombak dan teriknya pantai:

  • ​Penyisiran Laut: Perahu rubber boat mengarungi gelombang hingga sejauh 6 nautical miles.
  • ​Penyisiran Darat: Petugas berjalan kaki menelusuri tepian karang dan pasir sejauh 3 kilometer.
  • ​Pemantauan Udara: Drone diterbangkan mengudara hingga radius 400 meter untuk menjangkau sudut-sudut air yang tak terlihat dari darat.

​Isak tangis haru menyelimuti proses evakuasi saat jasad Ahmad dibawa menuju RSUD Palabuhanratu. Setelah penanganan medis selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk diantar ke rumah duka dan dimakamkan secara layak.

​Suryo menyampaikan rasa terima kasih dan simpati mendalam kepada seluruh relawan, petugas Polairud, Balawista, TNI AL, Tagana, komunitas warga, hingga relawan lokal yang tak kenal lelah membantu.

​”Terima kasih atas kerja keras seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang terlibat. Untuk keluarga korban, kami mendoakan agar senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan berat ini,” ungkapnya.

​Seiring diserahkannya almarhum Ahmad kepada keluarga, operasi SAR di Pantai Karangnaya resmi dihentikan. Petugas kembali ke kesatuan masing-masing, meninggalkan Pantai Karangnaya dengan pelajaran berharga tentang besarnya rasa kemanusiaan dan ketabahan sebuah keluarga.

Reporter: Arismanto

Editor: Demi Pratama Adiputra

Exit mobile version