SUKABUMISATU.com – Isu miring yang menerpa program pipanisasi air bersih di Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, rupanya berbuntut panjang. Alih-alih menikmati aliran air bersih yang mengalir lancar, pemerintah desa justru ‘disiram’ aliran gosip tak sedap berupa tudingan penerimaan dana cashback proyek.
Saat dikonfirmasi langsung oleh sukabumisatu.com pada Sabtu (31/10/26), Kepala Desa Sukamanah, Rahmat Kurnia, dengan tegas membantah isu miring yang menyebut dirinya menerima aliran dana potongan (cashback) dari belanja material pipa paralon bernilai jutaan rupiah.
”Saya tidak pernah menerima uang cashback atau apapun itu dari program tersebut yang diisukan mereka, bahkan [dituduh] menerima cashback dari pembelanjaan paralon sebesar Rp20 juta. Jangankan saya menerimanya, kan itu mah pembelanjaannya juga langsung dari kelompok sendiri yang bayar,” ungkap Rahmat Kurnia dengan nada keheranan.
Rahmat menduga isu tersebut sengaja digoreng oleh pihak tak bertanggung jawab lantaran dirinya sendiri bahkan kesulitan menemui anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) pelaksana di lapangan untuk melakukan pengawasan. Kendati demikian, isu tersebut kadung beredar luas di tengah warga.
Sementara itu, Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, S.IP., turut angkat bicara meluruskan posisi pihak kecamatan. Menurutnya, pemerintah kecamatan tidak memiliki keterlibatan teknis maupun pengelolaan anggaran dalam program tersebut. Kehadiran pihak kecamatan kala itu murni sebatas mendampingi sosialisasi program kepada masyarakat.
”Prinsip saya, dari manapun sumber anggarannya, yang penting untuk membangun dan bermanfaat bagi warga saja,” pungkas Dusep.
Dengan adanya bantahan langsung dari Kades Rahmat Kurnia ini, warga Desa Sukamanah diimbau agar tidak mudah termakan hoaks atau kabar burung yang sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum tertentu untuk memperkeruh suasana desa.
