SUKABUMISATU.com, JAMPANGKULON — Gemertak pion dan riuh tawa menyatu di kawasan Pasir Pulus, Kelurahan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/10/2026). Di atas papan kayu berpetak 64, para pencatur dari berbagai penjuru duduk berhadapan. Bukan hanya tegangnya adu siasat yang terasa, melainkan juga hangatnya rasa kekeluargaan yang menyeruak di setiap sudut ruangan.
Hari itu, Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan (YFSBBP) merayakan usianya yang ke-13. Sang Ketua Umum, H. Isep Dadang Sukmana, memadukan momen bahagia yayasan dengan syukuran pernikahan putranya, Mahesa, yang mempersunting sang pujaan hati, Resa. Kebahagiaan ganda ini lantas dirayakan lewat sebuah ajang yang sederhana namun berkesan: Turnamen Catur Terbuka.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang sudah meluangkan waktu. Alhamdulillah, kebersamaan ini yang membuat HUT ke-13 YFSBBP semakin bermakna,” ungkap H. Isep hangat saat membuka acara secara resmi.
Sambutan masyarakat rupanya luar biasa. Meski panitia hanya menyebarkan undangan secara mendadak lewat pesan singkat WhatsApp, sebanyak 64 pecatur langsung menyatakan siap bertanding.
Mereka datang dari berbagai penjuru Pajampangan—mulai dari Waluran, Tegalbuleud, Surade, Jampangkulon, Cimanggu, Kalibunder, Cibitung, hingga Pelabuhanratu. Tak sedikit pula yang rela menempuh perjalanan puluhan kilometer dari Kota Sukabumi, bahkan melintasi batas kota dari Depok, demi merapatkan barisan silaturahmi.
“Alhamdulillah, meskipun undangan disampaikan secara mendadak melalui WhatsApp, antusiasme peserta ternyata sangat luar biasa. Ini menunjukkan solidnya silaturahmi pecatur di wilayah Pajampangan,” ujar Ketua Panitia Turnamen, Ari Esa Nugraha, penuh haru.
Bagi Ari dan panitia, turnamen ini melampaui urusan piala atau gelar juara. Langkah demi langkah perwira catur yang dijalankan hari itu merupakan wujud kebersamaan yang terus dipupuk dari waktu ke waktu.
“Yang terpenting bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana kita bisa terus menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun persaudaraan,” tutur Ari tersenyum.
Di balik konsentrasi para peserta yang mengamati setiap jengkal papan petak, tersirat harapan agar olahraga catur di Pajampangan tak sekadar menjadi permainan, melainkan ruang perjumpaan yang selalu merangkul siapa saja. Dan di usia yang ke-13 ini, YFSBBP kembali membuktikan bahwa tali persaudaraan sejatinya bisa dirajut dari mana saja—bahkan dari sebuah papan catur sederhana.
