SUKABUMISATU.com – Ruas Jalan Raya Nagrak – Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak jadi momok menakutkan bagi para pengendara, khususnya roda dua. Ceceran tanah merah yang terbawa ban truk proyek jalan tol membuat aspal berubah menjadi lintasan lumpur yang licin dan mematikan.
Merespons banyaknya keluhan warga dan insiden pemotor yang tergelincir, tim dari Posko 5 Pemadam Kebakaran (Damkar) Cibadak turun tangan melakukan pembersihan, Rabu (25/02/2026).
Danpos Damkar Posko 5 Cibadak, Iyep Yosepa, mengatakan bahwa pihaknya segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan adanya ancaman keselamatan di jalan tersebut.
”Memang betul, jalanan sangat licin akibat sisa tanah yang terbawa oleh mobil proyek tol ini. Kami diminta bantuan untuk membersihkan lumpur yang menempel di aspal agar tidak terus memakan korban,” ujar Iyep saat ditemui di sela-sela proses penyemprotan.

Iyep tidak menampik bahwa kondisi ini telah memicu sejumlah kecelakaan. “Berdasarkan informasi yang kami terima, sudah banyak pengendara roda dua yang tergelincir. Fokus kami saat ini adalah menyapu bersih sisa tanah tersebut demi keamanan bersama,” tegasnya.
Apresiasi Warga dan Harapan Kedepan
Langkah sigap petugas pemadam kebakaran ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Doni, warga Jelegong, Kecamatan Nagrak, mengaku lega dengan adanya tindakan nyata tersebut. Menurutnya, keberadaan tanah di jalanan sudah lama menjadi keresahan warga, terutama saat memasuki musim penghujan.
”Kami sangat mengapresiasi petugas Damkar yang cepat tanggap. Jujur saja, warga di sini resah karena setiap hujan jalan ini jadi seperti jebakan. Kalau tidak segera dibersihkan, korbannya pasti bertambah,” ungkap Doni.
Ia juga berharap pihak pengembang proyek lebih memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas kendaraan berat mereka. “Kita dukung pembangunan, tapi jangan sampai keselamatan warga diabaikan. Semoga kedepannya ada langkah antisipasi dari pihak proyek sebelum tanah-tanah itu mengotori jalan umum,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di lokasi sempat mengalami sedikit hambatan saat proses penyemprotan berlangsung, namun kembali normal setelah sisa lumpur berhasil dibersihkan oleh petugas.
Editor: Demi Pratama Adiputra
Reporter: Suhendi Soex









