Indeks

Atap Rumah Warga Sagaranten Terbakar Saat Ditinggal Belanja, Aliran Listrik Dipadamkan Sementara

Petugas Kepolisian Sektor Sagaranten bersama Unit Damkar Sagaranten dan Petugas PLN. Minggu, (28/12/25).

SUKABUMISATU.com, Sagaranten – Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah permanen di Kampung Pasir Ipis RT 08 RW 03, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu malam (28/12/2025). Guna mengamankan proses pemadaman, aliran listrik di wilayah terdampak terpaksa dipadamkan sementara.

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.10 WIB ini menimpa kediaman Oleh Permana (58). Dugaan sementara, api muncul akibat korsleting listrik pada bagian atap bangunan.

Pemadaman Listrik untuk Keamanan

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Jenal Mutakin, mengonfirmasi bahwa selama proses penanganan api oleh tim pemadam dan warga, aliran listrik di wilayah sekitar sengaja diputus.

​”Listrik di wilayah Sagaranten sementara dipadamkan selama penanganan kebakaran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga keselamatan petugas di lapangan,” ungkap Jenal dalam keterangannya.

Kronologi dan Dampak

​Saat api mulai berkobar di bagian atap, rumah berukuran 6 x 10 meter tersebut dalam keadaan kosong. Pemilik rumah dilaporkan sedang pergi keluar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

​Akibat kejadian ini, bagian atap rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, barang berharga di dalam rumah juga hangus terbakar.

​Kerugian Materiil: Ditaksir mencapai Rp 70 juta.

​Barang yang Terbakar: Isi warung, televisi, dispenser, hingga alat tidur.

​Korban Jiwa: Nihil (1 KK/3 jiwa berhasil selamat).

Penanganan di Lokasi

​P2BK Sagaranten bersama jajaran Koramil, Polsek, Satpol PP, dan petugas Damkar telah berada di lokasi untuk melakukan assessment. Di tengah cuaca yang gerimis, petugas bahu-membahu memastikan api benar-benar padam sebelum aliran listrik kembali dinormalkan.

​”Keluarga korban saat ini mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah bahan bangunan, sembako, dan pakaian,” pungkas Jenal.

​Masyarakat kembali dihimbau untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik yang sudah tua guna meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan pemukiman.

Reporter: Aris

Editor: Demi Pratama Adiputra

Exit mobile version