Senin,2 Maret 2026
Pukul: 22:07 WIB

Alarm Perang Dunia III: Eskalasi Serentak di Asia Selatan dan Timur Tengah

Alarm Perang Dunia III: Eskalasi Serentak di Asia Selatan dan Timur Tengah

Sabtu, 28 Februari 2026
/ Pukul: 19:41 WIB
Sabtu, 28 Februari 2026
Pukul 19:41 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Di saat Indonesia tengah berbenah dengan Program unggulan MBG nya, dinamika politik global di Timur Tengah dan Asia Selatan memberikan kejutan pahit. Dua konflik besar yang melibatkan Afghanistan-Pakistan serta Amerika Serikat-Iran kini berada di titik nadir, menjadi “bom waktu” yang mengancam stabilitas ekonomi hingga ke dapur warga Sukabumi.

​1. Pakistan vs Afghanistan: Pecahnya Kesabaran di Garis Durand

​Ketegangan di perbatasan sepanjang 2.670 km yang dikenal sebagai Garis Durand akhirnya meledak menjadi perang terbuka.​Pemicu: Serangan udara Pakistan yang menewaskan warga sipil dibalas operasi skala besar oleh Taliban pada Kamis (26/2).​Pernyataan Keras: Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menegaskan melalui akun X-nya: “Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka!”

Posisi Taliban: Meski membalas, Jubir Taliban Zabiullah Mujahid mengklaim masih membuka pintu dialog, sementara mantan Presiden Hamid Karzai mendesak Pakistan untuk mengubah kebijakan tetangga yang buruk.

2. Duet AS-Israel Gempur Iran: Operasi Pemusnahan Nuklir

​Sabtu, 28 Februari 2026, menjadi hari kelam bagi Teheran. Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump bersama Israel meluncurkan serangan udara masif.​

Target: Infrastruktur militer dan fasilitas pengayaan nuklir Iran.

Narasi Trump: “Kita akan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah,” ujar Trump melalui Truth Social.

Respon Iran: Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa membalas agresi adalah hak sah dan angkatan bersenjata mereka bersiap memberikan respon yang “tegas dan kuat.”

Mengapa Warga Sukabumi Perlu Peduli?

Konflik ini bukan sekadar berita luar negeri. Eskalasi di Selat Hormuz dapat meroketkan harga BBM secara global, yang berujung pada kenaikan harga sembako di pasar-pasar lokal akibat terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk.

Edukasi & Catatan Sejarah: Mengapa Mereka Berperang?

​Untuk memahami mengapa konflik ini begitu sulit dipadamkan, kita harus menengok ke belakang pada akar sejarahnya.

A. Tragedi Garis Durand (1893)

​Konflik Afghanistan-Pakistan bukanlah masalah agama, melainkan masalah kedaulatan tanah.

Warisan Kolonial: Garis Durand dibuat oleh diplomat Inggris, Sir Mortimer Durand, pada tahun 1893.

Masalah Utama: Garis ini membelah wilayah etnis Pashtun secara sewenang-wenang. Afghanistan tidak pernah mengakui garis ini sebagai batas permanen, sementara Pakistan menganggapnya final.

Paradoks Taliban: Pakistan dulu mendukung Taliban untuk mendapatkan pengaruh di Kabul. Namun kini, “anak didik” tersebut justru dianggap melindungi kelompok TTP yang menyerang balik keamanan Pakistan.

​B. Dendam 1979: AS vs Iran

​Perseteruan ini adalah benturan ideologi dan pengaruh kekuasaan di Timur Tengah.

Revolusi Islam 1979: Titik balik hubungan kedua negara. Penggulingan Shah Iran (yang didukung AS) dan krisis sandera diplomat AS di Teheran menciptakan luka diplomatik yang tidak pernah sembuh.

Perang Bayangan (Proxy War): Selama puluhan tahun, mereka bertarung melalui pihak ketiga di Yaman, Lebanon, dan Irak.

Ancaman Nuklir: Ketakutan Barat akan senjata nuklir Iran mendorong sanksi ekonomi berat. Mundurnya AS dari perjanjian nuklir (JCPOA) pada 2018 menjadi katalis yang membuat Iran kembali mempercepat pengayaan uraniumnya.

C. Risiko Perang Dunia III

​Analis militer dari Reuters dan BBC memperingatkan bahwa keterlibatan kekuatan nuklir sangat mungkin terjadi. Jika aliansi masing-masing bergerak—dukungan AS ke Israel dan potensi sokongan Rusia atau Tiongkok ke pihak lawan—maka konflik regional ini bisa berubah menjadi perang global yang tak terkendali.

Penulis: Demi Pratama Adiputra

Sumber: Reuters, Associated Press (AP), AFP, Al-Jazeera, BBC World News.​Kompas.tv, CNBC Indonesia, DetikNews, Tempo.co, Suara Surabaya.

Related Posts

Add New Playlist