Kesaksian Warga Ungkap Kondisi Meninggalnya Profesor, Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah

SUKABUMISATU.com, Cicantayan — Kesaksian warga mengungkap kondisi seorang akademisi yang disebut sebagai profesor doktor, Ronald P. Pallangan, sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kampung Bakti, RT 03/RW 01, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Selasa (6/10/2026).

Korban ditemukan meninggal dunia pada 6 September 2026. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mengalami pembusukan. Korban diduga telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Ketua RT setempat, Abdul Salam (50), mengatakan keberadaan korban mulai dicurigai setelah pihak keluarga kesulitan menghubunginya melalui telepon.

Menurut Abdul, anak korban kemudian datang dan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak kepolisian. Polisi bersama pihak keluarga selanjutnya mendatangi rumah korban untuk memastikan keberadaannya.

“Laporan sudah selesai, kemudian langsung ditinjau ke lokasi bersama anaknya. Di situ diketahui bapaknya sudah meninggal,” ujar Abdul.

Baca Juga  Perempuan Muda Asal Lengkong Sukabumi Tersangka Investasi Bodong: Korbannya 60 Orang, Kerugian Mencapai Rp 2,7 Miliar

Saat petugas dan pihak keluarga tiba di lokasi, pintu rumah korban dalam kondisi terkunci dari dalam. Karena tidak dapat dibuka secara normal, pintu akhirnya dibongkar untuk memastikan kondisi di dalam rumah.

Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jasad korban juga telah mengalami pembusukan.

“Pas ditemukan sudah ada belatung di muka. Saya seumur hidup belum pernah menemukan kondisi seperti itu,” ungkap Abdul.

Abdul menyebut, sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui memiliki rencana pergi ke Jakarta untuk menjalani kontrol kesehatan. Namun, setelah itu keluarga tidak lagi mendapatkan kabar dan nomor telepon korban tidak dapat dihubungi.

Kondisi tersebut membuat pihak keluarga curiga hingga akhirnya mencari keberadaan korban dan mendatangi rumahnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diperkirakan telah meninggal sekitar sembilan hari sebelum ditemukan. Namun, kepastian mengenai waktu dan penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Baca Juga  Hisap Ganja di Toko Makanan, Polres Sukabumi Ringkus Seorang Pria di Jampangkulon

Abdul menambahkan, korban ditemukan di bagian bawah rumah, tepatnya di atas tempat tidur.

Tetangga Sudah Lama Tak Bertemu Korban

Sementara itu, Lestari (73), tetangga korban, mengaku baru mengetahui kabar kematian tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga di bagian belakang rumahnya.

“Saya tahunya dari tetangga belakang. Katanya ada yang meninggal di rumah,” ujar Lestari.
Ia mengaku sempat mendengar rumah korban ramai didatangi warga. Namun, dirinya tidak mengetahui siapa yang meninggal maupun apa yang sebenarnya terjadi.

Lestari juga mengaku sudah cukup lama tidak bertemu maupun berkomunikasi dengan korban. Menurutnya, korban memang diketahui memiliki masalah kesehatan dan kondisi fisiknya sudah menurun.

“Sudah lama sakitnya. Kalau jalan pakai tongkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Kasus Pengeroyokan Samson Simpenan Sukabumi Berakhir Damai

Menurut Lestari, korban biasanya pergi ke Bandung untuk menjalani pengobatan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas tersebut tidak lagi terlihat seperti biasanya.

Ia baru mengetahui korban meninggal setelah rumah tersebut mulai didatangi warga dan petugas kepolisian.

Reporter: Suhendi Soex

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *