PPDB 2026: Warga Sukabumi Serbu Kantor Kecamatan Cibadak Demi Aktivasi IKD Syarat Masuk SMP-SMA

Antrian Orang tua Siswa dan Siswa di Kantor Kecamatan Cibadak. Kamis, (21/05/2026).

SUKABUMISATU.com – Memasuki musim penerimaan siswa baru, Kantor Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak “diserbu” ratusan warga pada Kamis (21/5/2026) pagi. Lonjakan ini dipicu oleh kebijakan baru yang mewajibkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai salah satu syarat mutlak pendaftaran sekolah tingkat SMP dan SMA.

​Kebijakan ini merupakan langkah progresif pemerintah dalam mempercepat transformasi digital pelayanan publik, sekaligus memastikan validitas data siswa pada sistem zonasi pendidikan.

Berburu IKD Demi Sekolah, Antrean Mengular Sejak Pagi

​Sejak pagi buta, area pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) Kecamatan Cibadak sudah dipadati oleh orang tua murid. Mayoritas warga datang dengan tujuan yang sama: mengaktifkan IKD agar anak-anak mereka bisa melengkapi berkas Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah Kabupaten Sukabumi.

​Camat Cibadak, Mulyadi, mengungkapkan bahwa lonjakan pemohon ini sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir. Namun, pihaknya menilai hal ini sebagai sinyal positif.

Baca Juga  15 Tahun Dikurung Tanpa Identitas, Ajan ODGJ di Sukabumi Tersenyum Miliki KTP

​“Pelayanan di Kecamatan Cibadak hari ini cukup tinggi untuk aktivasi IKD kepentingan masuk sekolah. Bagi kami ini tidak masalah, justru menjadi bentuk antusias masyarakat dalam merespons kebijakan pemerintah terkait digitalisasi,” ujar Mulyadi, Kamis (21/5/2026).

Strategi Kecamatan Cibadak Hadapi Lonjakan Pemohon

​Untuk mengantisipasi penumpukan warga dan menjaga kenyamanan, pihak Kecamatan Cibadak menerapkan sistem piket operator yang ketat. Pelayanan dipastikan tetap berjalan normal tanpa jeda istirahat.

Sistem Operator Bergantian (Shifting): Saat satu operator beristirahat, operator lain langsung menggantikan.

Optimalisasi Perekaman: Perekaman KTP-el dan aktivasi IKD berjalan paralel agar tidak terjadi stagnasi antrean.

​Salah seorang warga Desa Karangtengah, Sesep Nuryahman (40), mengaku rela meluangkan waktu dan mengantre demi masa depan anaknya.

Baca Juga  15 Tahun Dikurung Tanpa Identitas, Ajan ODGJ di Sukabumi Tersenyum Miliki KTP

​”Sekarang untuk masuk SMP dan SMA diwajibkan memiliki IKD, jadi harus sabar mengantre demi kelancaran administrasi sekolah anak,” ungkap Sesep.

Tembus 100 Pemohon per Hari, Warga Diimbau Segera Update Data

​Operator Pelayanan Adminduk Kecamatan Cibadak, Denih Prakasa Putra, menyebutkan bahwa jumlah warga yang melakukan aktivasi IKD khusus pada hari Kamis ini saja sudah menembus angka sekitar 100 orang.

​”Masyarakat sangat antusias. Ini menunjukkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya administrasi kependudukan berbasis digital,” kata Denih.

​Memanfaatkan momentum ini, Denih juga memberikan imbauan penting bagi warga terkait validitas data keluarga.

Poin Penting Imbauan Adminduk Kecamatan Cibadak:

Perbarui Kartu Keluarga (KK): Segera urus pembaruan data jika ada anggota keluarga yang baru lahir atau meninggal dunia.

Pindah Domisili: Warga yang baru pindah rumah diharapkan segera melaporkan perubahan alamat agar data sinkron dengan sistem zonasi sekolah.

Baca Juga  15 Tahun Dikurung Tanpa Identitas, Ajan ODGJ di Sukabumi Tersenyum Miliki KTP

Validasi Data Sekarang: Jangan menunda pengurusan dokumen hingga mendekati hari-H penutupan pendaftaran sekolah untuk menghindari antrean yang lebih parah.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *