SUKABUMISATU.com – Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University, sukses menyelenggarakan program edukasi gizi bertajuk “Stunting Go 2025” yang digelar di Aula Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan aplikatif kepada masyarakat. Rabu, (19/11/25).
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh masyarakat Kelurahan Kebonjati, perangkat kelurahan, serta jajaran dosen pengampu mata kuliah. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini stunting, pemenuhan gizi seimbang, serta pencegahan anemia pada remaja putri.
Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan program Stunting Go di Aula Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik kuliah lapang mata kuliah Kampus Diseminasi Informasi yang dikoordinatori oleh Ir. Suparman, MM., dengan pembimbing akademik Fikry Fachrurrizal, MA.
Acara dibuka oleh Yunan Ananda, S.IP., Lurah Kebonjati, yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan stunting. Program dilanjutkan dengan seminar edukasi bertema “Wujudkan Keluarga Sehat”, menghadirkan narasumber Reni Eka Lestari, S.ST., Bd., MM, Bidan RSUD R. Syamsudin, SH (RSUD Bunut). Materi yang disampaikan mencakup faktor risiko stunting, pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, serta strategi deteksi dini yang dapat dilakukan keluarga.
Kegiatan dipandu oleh Ana Tri Lestari, mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB University, selaku Master of Ceremony. Pelaksanaan program turut didampingi oleh para Asisten Dosen, yaitu Siti Rachmawati Rahayu, S.Tr.I.Kom dan Aurellia Nisa Nurmalasari, S.Tr.I.Kom, yang membantu koordinasi teknis dan pendampingan lapangan. Selain seminar, mahasiswa juga melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi skrining stunting “Kalziting” untuk mendorong warga melakukan pemantauan mandiri.
Salah satu rangkaian inti dari Stunting Go adalah sosialisasi aplikasi skrining stunting “Kalziting”, sebuah inovasi berbasis digital yang berfungsi sebagai alat bantu deteksi risiko awal stunting.
Dengan pendekatan edukatif yang mudah dipahami, peserta diajak mengenal fitur, cara penggunaan, serta manfaat aplikasi dalam memantau kondisi pertumbuhan anak sejak dini.
Workshop utama disampaikan oleh Reni Eka Lestari, S.ST., Bd., MM, yang merupakan Bidan RSUD R. Syamsudin, SH (RSUD Bunut). Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga melalui pola makan yang sehat, pemeriksaan rutin, hingga pemenuhan kebutuhan mikro dan makro nutrisi.

Sumber: Panitia Stunting Go 2025
Selain sosialisasi aplikasi dan materi edukatif, kegiatan juga dilengkapi dengan demo memasak menu bergizi yang dapat diaplikasikan oleh keluarga sehari-hari. Para peserta menyaksikan langsung proses pengolahan bahan pangan sederhana menjadi hidangan bergizi lengkap yang ramah anak dan keluarga.
Rangkaian acara semakin interaktif dengan adanya edukasi dan ajakan konsumsi pil tambah darah bagi remaja putri. Pada sesi ini, peserta tidak hanya menerima materi mengenai pentingnya suplementasi zat besi untuk mencegah anemia, tetapi juga melakukan minum pil tambah darah bersama sebagai simbol komitmen menjaga kesehatan.
Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta pengambilan materi edukasi. Melalui pesan utama “Disadari, Dideteksi, & Diawasi,” program ini menekankan pentingnya kolaborasi keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini.
Tim mahasiswa berharap Stunting Go dapat menjadi langkah awal upaya berkelanjutan dalam edukasi kesehatan masyarakat serta mendukung penurunan angka stunting di Kota Sukabumi. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak kelurahan, narasumber, tenaga kesehatan, dosen pembimbing, serta seluruh masyarakat Kebonjati atas dukungan dan partisipasinya.
Sebagai penutup acara, dilakukan penyerahan sertifikat narasumber yang diserahkan oleh dosen mata kuliah dan Ketua Pelaksana sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Program Stunting Go 2025 diharapkan dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting sejak dini.







