SUKABUMISATU.COM – Seorang warga berinisial JA menyerahkan secara sukarela sekitar satu kilogram sisik trenggiling kepada personel Pos Perumbang Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala di Dusun Perumbang, Desa Kekurak, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Penyerahan tersebut dilakukan setelah personel Satgas Pamtas menggencarkan komunikasi sosial (komsos) dan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat di kawasan perbatasan mengenai kepemilikan satwa maupun bagian tubuh satwa yang dilindungi.
Berdasarkan keterangan Satgas Pamtas, temuan itu bermula ketika personel Pos Perumbang melakukan komsos rutin dengan masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan mengenai barang-barang ilegal di wilayah perbatasan.
Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan pemahaman mengenai ketentuan hukum terkait perlindungan satwa, termasuk konsekuensi hukum atas kepemilikan maupun perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi.
Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, warga berinisial JA kemudian secara sukarela menyerahkan sekitar satu kilogram sisik trenggiling yang berada dalam penguasaannya kepada personel Pos Perumbang.
Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, mengapresiasi sikap kooperatif warga tersebut.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat dan kedekatan antara personel Satgas dengan warga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di kawasan perbatasan.
Ia mengatakan pendekatan persuasif melalui komunikasi sosial akan terus dilakukan di desa-desa binaan Satgas Pamtas, termasuk memberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala berharap edukasi tersebut dapat mendorong masyarakat untuk semakin memahami aturan mengenai perlindungan satwa sekaligus ikut menjaga kelestarian satwa liar di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Trenggiling sendiri merupakan satwa yang mendapat perlindungan di Indonesia. Perburuan dan perdagangan ilegal terhadap satwa ini menjadi perhatian karena bagian tubuhnya, termasuk sisik, kerap menjadi sasaran perdagangan satwa liar.
Reporter: Suhendi Soex
